Dulu, password rumit menjadi prioritas untuk menjaga keamanan digital. Saat ini, itu tidak cukup karena 2FA adalah lapisan keamanan yang kian menjadi standar.
Bayangkan jika akun bisnis Anda diretas atau WhatsApp Anda dibajak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Reputasi bisnis Anda bisa hancur dan berpotensi menimbulkan kerugian.
Artikel ini membahas arti 2FA, perbedaannya dengan OTP, cara kerjanya, dan penggunaan metode two-factor authentication untuk sistem perusahaan. Mari simak!
Apa Itu 2FA (Two-Factor Authentication)?

2FA adalah sistem keamanan yang meminta dua verifikasi berbeda saat login, sebuah password ditambah dengan satu otentikasi keamanan.
Sistem keamanan ini menjadi standar bagi akses untuk berbagai platform sehingga bisa memastikan hanya yang memiliki kredensial yang bisa mengakses akun.
Alasannya sederhana, password merupakan teknologi keamanan yang sudah ada lama. Jadi, seiring perkembangan teknologi, menjadi mudah dicuri lewat phishing, malware, atau lainnya.
Maka, ditambahkanlah faktor kedua yang berupa PIN, OTP, biometrik, atau kode dari aplikasi autentikator. Harapannya, jika salah satu faktor diretas, masih ada perlindungan kedua.
Metode two-factor authentication yang umum adalah Anda masukkan password, lalu sistem mengirim kode unik ke ponsel via SMS atau aplikasi authenticator.
Akses baru diberikan setelah kedua langkah ini terkonfirmasi. Ini berlaku untuk akun personal, lebih-lebih untuk akun yang digunakan untuk bisnis, seperti WhatsApp.
Di WhatsApp, akan akan mengenal 2FA sebagai menu Verifikasi Dua Langkah. Di menu itu, Anda bisa membuat PIN enam digit.
PIN ini akan diminta saat nomor didaftarkan kembali atau ketika WhatsApp melakukan pemeriksaan keamanan berkala. Lalu, apa bedanya dengan fungsi OTP, ya?
| Istilah Keamanan | Karakteristik Teknis | Fungsi Utama dalam Sistem |
|---|---|---|
| Kode Registrasi SMS (OTP) | Berupa 6 digit angka, dikirim otomatis via SMS atau panggilan, dan hanya berlaku satu kali pakai. | Memverifikasi kepemilikan nomor telepon saat pertama kali mendaftar akun atau masuk di perangkat baru. |
| PIN 2FA (Verifikasi Dua Langkah) | Berupa 6 digit angka tetap, dibuat sendiri oleh pengguna, dan berlaku sampai diubah. | Menjadi lapisan pertahanan kedua setelah kode registrasi dinyatakan valid. |
| Password | Kombinasi karakter yang digunakan untuk login ke aplikasi atau sistem perusahaan. | Menjadi faktor pertama pada sistem bisnis sebelum OTP atau faktor kedua diminta. |
Bagaimana Cara Kerja 2FA?

Setelah memahami apa itu 2FA, penting mengetahui cara kerjanya mengamankan akun:
Langkah 1: Aktivasi
Tiap platform memiliki cara sendiri untuk mengaktifkan metode two-factor authentication. Intinya Anda dan server membuat kunci rahasia yang dimiliki bersama.
Pada beberapa opsi, bisa dengan memanfaatkan aplikasi tambahan seperti Google Authenticator. Di WhatsApp, Anda cukup membuat PIN 6 angka lewat menu Verifikasi Dua Langkah.
Langkah 2: Adanya Trigger Login
Setelah aktif, sistem keamanan ini akan mulai bekerja saat ada aktivitas terkait keamanan akun.
Saat Anda ingin mengakses akun, Anda akan diminta memasukkan password sebagai faktor pertama untuk menentukan apakah Anda bisa melakukannya.
Ini juga berlaku pada semua sistem yang memanfaatkan 2FA sebagai lapisan tambahan keamanannya.
Langkah 3: Adanya Pemeriksaan 2FA
Setelah faktor pertama benar, sistem akan melakukan pengecekan apakah fitur keamanan 2FA diaktfikan pada akun tersebut.
Jika ada, maka akan ada permintaan untuk memasukkan kode 2FA. Pada WhatsApp, itu artinya 6 angka PIN untuk Two Step Verification yang sudah pernah Anda buat.
Langkah 4: Pemberian Hak Akses
Jika password sudah benar, kode 2FA sudah sesuai, Anda baru bisa mengakses akun tersebut.
Inilah yang membuat adanya 2FA bisa mengamankan akun Anda. Bahkan, sistem juga membatasi percobaan. Ini untuk mencegah upaya hacking bernama brute-force attack.
Maka, dengan memahami cara kerja 2FA tersebut, terutama pada WhatsApp, Anda jadi paham kenapa keamanan WhatsApp Business dan pengguna personal itu penting, bukan?
Jenis-Jenis Metode 2FA

Anda sudah paham proses keamanan 2FA pada platform WhatsApp. Padahal itu hanya salah satu metode metode two-factor authentication, ada beberapa jenis 2FA yang perlu Anda ketahui:
SMS OTP
Ini salah satu jenis 2FA yang masih banyak digunakan karena paling sederhana. Pengguna tidak perlu memasang aplikasi tambahan atau mengaktifkan internet untuk menerima kode.
Artinya, 2FA ini cocok bagi hampir semua pengguna. Namun, metodenya punya keterbatasan, seperti pengiriman yang terlambat saat jaringan padat atau pengguna di luar negeri.
Selain itu, SMS OTP juga lebih rentan terhadap SIM swap dan intersepsi jaringan dibanding metode yang tidak bergantung pada nomor telepon.
WhatsApp OTP
WhatsApp OTP mengirim kode verifikasi melalui WhatsApp. Bagi pengguna, cara ini lebih familiar karena kode masuk ke aplikasi yang mereka gunakan tiap hari.
Dari sisi bisnis, WhatsApp OTP juga memberi keunggulan operasional. Identitas pengirim lebih jelas, pesan lebih mudah dikenali, dan status pengiriman dapat dipantau melalui API.
Namun, metode ini tetap membutuhkan koneksi internet dan hanya dapat digunakan jika nomor tujuan aktif di WhatsApp.
TOTP
TOTP atau Time-based One-Time Password menghasilkan kode melalui aplikasi autentikator seperti Google Authenticator atau Authy. Kode berubah secara berkala, biasanya setiap 30 detik.
Metode ini lebih kuat terhadap risiko seperti SIM swap karena kode tidak dikirim melalui jaringan operator.
Namun, pengalaman pengguna bisa lebih rumit. Pengguna harus menyiapkan aplikasi autentikator lebih dulu dan perlu cara pemulihan jika perangkat hilang atau diganti.
HOTP
HOTP atau HMAC-based One-Time Password juga menggunakan aplikasi atau token untuk menghasilkan kode. Bedanya, kode dibuat berdasarkan counter, bukan berdasarkan waktu.
Keunggulan utamanya adalah pengguna tidak dikejar masa berlaku yang sangat singkat. Ini bisa membantu pada alur tertentu yang membutuhkan fleksibilitas lebih.
Meski begitu, sistem dan perangkat harus tetap sinkron. Jika tidak, kode bisa gagal diverifikasi.
Email OTP
Email OTP sering digunakan untuk verifikasi akun, reset password, atau langkah pemulihan. Metode ini relatif murah dan mudah diterapkan dalam skala besar.
Meski begitu, email bukan pilihan terkuat untuk autentikasi utama. Pesan bisa masuk ke folder spam, terlambat diterima, atau diakses pihak lain jika akun email pengguna dibajak.
Karena itu, email OTP lebih cocok sebagai opsi cadangan daripada lapisan proteksi utama untuk akun atau transaksi berisiko tinggi.
Catatan: Tak ada metode two-factor authentication yang cocok untuk semua kebutuhan. Namun, jika verifikasi cepat, mudah, dan terukur menjadi kebutuhan, WhatsApp OTP bisa jadi salah satu opsi.
Mengapa WhatsApp OTP Menjadi Channel 2FA Terbaik untuk Bisnis?

Salah satu keuntungan WA bisnis antara lain bisa memanfaatkan OTP menjadi salah satu pilihan keamanan bagi proses bisnis saat melayani konsumen. Ini dia alasannya?
- Memangkas Kerentanan Jaringan Seluler — SMS OTP rentan terhadap keterlambatan, kendala roaming, SIM swap, hingga intersepsi SS7. WhatsApp OTP menggunakan koneksi internet, sehingga bisnis memiliki alternatif selain jaringan SMS konvensional.
- Mengurangi Upaya Phishing — Pesan OTP dikirim melalui profil WhatsApp bisnis dengan nama, logo, dan info perusahaan. Identitas jelas ini membantu pengguna membedakan pesan resmi, meski pengguna tetap tidak boleh membagikan kode ke siapa pun.
- Kecepatan Pengiriman Pesan — WhatsApp authentication template menggunakan tombol salin kode, one-tap autofill, atau zero-tap. Pengguna tidak perlu lagi mengetik kode manual. Langkah yang lebih ringkas ini juga mengurangi risiko kode kedaluwarsa.
- Meningkatkan Rasio Konversi — Pengiriman gagal atau langkah yang terlalu banyak membuat pengguna berhenti sebelum menyelesaikan aksi. Saat kode mudah ditemukan dan dimasukkan, pengguna bisa login, registrasi, atau konfirmasi transaksi lebih cepat.
- Meningkatkan Engagement — Kode verifikasi dengan memanfaatkan WhatsApp sudah tidak asing bagi banyak pelanggan. Jika bisnis Anda menggunakannya, dengan profil pengirim,dan format pesan yang jelas akan memudahkan pengguna mengenali pesan terkait proses yang mereka lakukan.
- Memangkas Anggaran untuk Autentikasi — Bayangkan jika Anda harus mengirim SMS OTP ke banyak pelanggan, termasuk di luar negeri. Selain sering gagal, biayanya pun bisa mahal. Itulah alasan verifikasi 2FA pakai WhatsApp bisa jadi salah satu pertimbangan.
- Meningkatkan Keberhasilan Pemulihan Akun — WhatsApp bisa digunakan untuk mengirim kode saat pengguna memulihkan password, ganti perangkat, atau konfirmasi data. Meta juga menggunakannya untuk pemulihan akun di ekosistemnya. Meski begitu, bisnis tetap perlu memeriksa perangkat dan aktivitas pengguna sebelum mengizinkan perubahan penting.
- Jangkauan Tanpa Batas — Kode bisa diterima via Wi-Fi atau paket data tanpa perlu SMS roaming. Ini memudahkan pengguna yang mengganti kartu SIM atau tidak mengaktifkan roaming, selama WhatsApp dan internet mereka tetap aktif.
FAQ tentang 2FA
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai apa itu 2FA.
Bagaimana jika nomor tujuan tidak memiliki akun WhatsApp saat dikirimkan kode 2FA?
Kode tidak dapat diterima melalui WhatsApp. Bisnis perlu mengalihkannya ke SMS atau metode lain. Alur fallback harus diatur agar pengguna tidak menerima dua kode aktif secara bersamaan.
Mengapa WhatsApp OTP lebih aman dari risiko phishing dibanding SMS?
WhatsApp OTP menampilkan profil dan nama bisnis. Official Business Account yang memenuhi syarat juga memiliki centang biru. Namun, kode tetap dapat dicuri jika pengguna memasukkannya ke situs palsu.
Bagaimana skema perhitungan biaya pengiriman kode 2FA melalui WhatsApp?
Meta menagih authentication template berdasarkan pesan yang berhasil dikirim. Tarif bergantung pada negara tujuan dan penyedia layanan. Hitung biaya per verifikasi berhasil karena pengiriman ulang dan fallback ikut memengaruhi total biaya.
Apakah fitur Verifikasi Dua Langkah wajib diaktifkan pada akun WhatsApp Business API?
Nomor pada WhatsApp Business Platform memakai PIN enam digit saat registrasi dan pengelolaan nomor. PIN tersebut berfungsi sebagai Verifikasi Dua Langkah dan harus disimpan dengan aman.
Lindungi Akun dan Proses Verifikasi Pelanggan
2FA adalah sistem keamanan yang sifatnya opsional untuk melindungi akun atau proses bisnis. Metode ini penting karena mengandalkan password atau nomor telepon saja tidak cukup.
Salah satu jenis 2FA adalah WhatsApp OTP. Bisnis banyak menggunakannya untuk mengurangi langkah pengguna, memantau status pengiriman, dan menyediakan alternatif selain SMS.
Jika WhatsApp merupakan platform utama bisnis Anda, baik untuk melakukan promosi produk atau menjaga keamanan proses bisnis, memanfaatkan OTP dengan platform ini bisa jadi pilihan.

Ingin memanfaatkan WhatsApp dengan lebih optimal untuk bisnis? Integrasikan WhatsApp Business API dari Jatis Mobile untuk mengoptimalkan tiap proses bisnis lebih cepat dan aman.

Erich is a results-oriented Marketing Leader with over 10 years of experience crafting compelling brand narratives and executing data-driven campaigns across B2B and B2C sectors. He’s also an expert in managing high-scale marketing budgets, by delivering up to 4x ROI, and driving billion-rupiah project acquisitions.


