Featured image untuk artikel Cara Menarik Pelanggan Baru
Home » Blog » 15 Cara Menarik Pelanggan Baru yang Efektif untuk Bisnis

15 Cara Menarik Pelanggan Baru yang Efektif untuk Bisnis

Table of Contents

Bagikan:

Yakin produk Anda bisa mendatangkan omzet besar tanpa tahu cara menarik pelanggan baru dengan tepat?

Strategi customer acquisition tak bisa hanya bergantung kualitas produk. Anda perlu paham target pembeli, channel promosi dan strategi konversi yang pas.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari 15 strategi akuisisi pelanggan paling efektif, lengkap dengan tips memilih dan cara mengukur kinerjanya.

Apa yang Membuat Pelanggan Baru Tertarik pada Sebuah Bisnis?

Ketertarikan pelanggan muncul saat mereka memiliki alasan untuk melihat dan membandingkan produk. Apa yang mereka pikirkan sebelum membeli?

1. Relevansi antara Masalah dan Solusi

Leads, Customer, and Prospects tertulis di sticky notes
Sumber: depositphotos

Calon pelanggan akan lebih tertarik pada sebuah produk yang mampu mengatasi masalah spesifik mereka.

Hubungan antara pain point dan manfaat produk harus terlihat dari awal. Relevansi itulah yang harus menjadi dasar strategi pemasaran produk baru.

Katakanlah produk Anda adalah aplikasi fitness dengan panduan latihan mudah dari mana saja. Target pembeli yang pas salah satunya tentu pekerja kantoran yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus pergi ke gym.

Atau jika Anda melihat banyak tim marketing kesulitan melacak prospek dari berbagai saluran digital, sebuah software marketing dengan dasbor terpadu secara real-time tentu akan menarik perhatian mereka.

2. Value Proposition yang Mudah Dipahami

Anda masih berpikir pelanggan Anda membeli produk karena fitur teknis? Nyatanya, mereka hanya ingin mendapat manfaat dari produk tersebut. 

Fitur menjelaskan kemampuan produk, sedangkan manfaat memberikan alasan mengapa harus membelinya.

Value proposition membantu menyampaikan jawaban secara singkat dan relevan. Inilah yang nantinya menjadi alasan memilih merek Anda dibanding kompetitor.

Salah satu formula untuk menyampaikan value proposition sebagai cara mendapatkan pelanggan baru adalah:

[Untuk siapa] + [Masalah yang diselesaikan] + [Manfaat utama] + [Alasan memilih brand Anda]

Formula ini kerap jadi bagian komunikasi brand pada iklan, website, landing page, hingga percakapan penjualan lewat WhatsApp. Pesan tetap jelas dan konsisten di setiap touchpoint.

3. Kepercayaan Pelanggan

Formula social proof tertulis di note book
Sumber: depositphotos

​​

Calon pembeli masih ragu dan khawatir ketika membeli produk? Hal itu wajar. Tugas Anda meyakinkan mereka dengan social proof seperti ulasan, rating, testimoni, studi kasus, hingga klien bereputasi.

Pun demikian, hindari penggunaan testimoni palsu atau klaim berlebihan. Kepercayaan pelanggan yang rusak akan sulit dipulihkan.

Sebaliknya, kepercayaan yang terjaga dengan baik dapat mendorong pelanggan yang puas untuk memberikan ulasan dan merekomendasikan bisnis Anda.

4. Proses Pembelian yang Minim Hambatan

Meskipun calon pelanggan sudah tertarik pada nilai dan reputasi produk Anda, potensi transaksi bisa gagal jika alur pembeliannya rumit.

Untuk meminimalisasi potensi kehilangan lead, pastikan bisnis Anda menerapkan checklist dasar berikut:

  • CTA mudah ditemukan dan jelas.
  • Tampilan web dan formulir mudah diakses via ponsel.
  • Nilai, manfaat, dan harga produk mudah dipahami sekilas.
  • Kontak dan bantuan mudah diakses.
  • Saluran komunikasi dan layanan bantuan siap dihubungi kapan saja tanpa proses berbelit-belit.

15 Cara Menarik Pelanggan Baru yang Bisa Diterapkan

Setelah paham alasan calon pelanggan tertarik pada sebuah bisnis, saatnya menerapkan strategi akuisisi yang pas dengan 15 cara menarik pelanggan baru berikut:

1. Kenali Pelanggan Ideal dengan Buyer Persona

Seseorang menggunakan kaca pembesar untuk mengamati 3 figurin manusia
Sumber: depositphotos

Siapa calon pembeli produk Anda?” Ingat, Anda tidak bisa lagi mengatakan: siapa saja. Anda harus memetakan audiens dengan jelas, bahkan sebelum memilih platform promosi.

Anda perlu membangun buyer persona, yaitu gambaran profil pelanggan ideal berdasarkan riset nyata. Datanya bisa dari riwayat transaksi CRM, analisis website, hingga wawancara tim Customer Service dan Sales.

Kemudian, Anda bisa meramu data tersebut untuk bisa menemukan empat elemen berikut:

  • Problem: Masalah mendesak yang dihadapi audiens.
  • Trigger Pembelian: Dorongan spesifik yang membuat mereka mencari solusi.
  • Objection: Keraguan utama yang membuat mereka enggan bertindak.
  • Preferred Channel: Saluran digital utama yang sering mereka gunakan.

Dari elemen tersebut, Anda bisa menyusun positive persona (yang potensial membeli), dan negative persona (yang kurang ideal menjadi pelanggan).

Pembagian ini membantu mengurangi pemborosan biaya promosi dan menjaga anggaran tetap terarah ke leads potensial.

2. Buat Penawaran yang Relevan

Untuk mendorong transaksi pertama, Anda memerlukan low-risk entry offer — sebuah penawaran awal yang mampu menekan keraguan pembeli karena risikonya kecil.

Memberikan diskon adalah langkah umum, tetapi bukan satu-satunya pilihan. Salah perhitungan justru bisa mengurangi profit serta nilai produk.

Alternatifnya, penawaran sebagai cara mendapatkan calon pelanggan bisa berupa:

Jenis OfferBentuk Implementasi
Trial dan SampleFree trial aplikasi 14 hari, sample produk fisik
Akses dan KonsultasiSesi konsultasi gratis 30 menit, sesi demo produk
Nilai Tambah TransaksiBundling produk terlaris, gratis ongkos kirim, bonus

Sesuaikan penerapan dengan jenis produk dan bisnis Anda.

Sebagai contoh strategi pemasaran produk baru, perusahaan software dapat memberikan uji coba 14 hari beserta panduan awal agar pembeli dapat menilai manfaatnya sebelum berlangganan.

3. Optimalkan  Landing Page untuk Konversi

Bagi Anda yang menjalankan bisnis dengan website, jangan lupa selalu optimalkan landing page.

Halaman website ini dirancang dengan satu fokus utama dalam sebuah kampanye, seperti mengumpulkan lead atau mendorong transaksi.

Sebagai strategi mendapatkan pelanggan baru, pastikan landing page memberikan penawaran yang mudah dipahami dan bisa mengurangi hambatan transaksi dari calon konsumen.

Apa saja elemen yang perlu diperhatikan?

  • Headline yang Tepat: Pastikan menjawab masalah utama pengunjung.
  • Manfaat di Above the Fold: Tampilkan nilai produk sejak awal.
  • Social Proof: Tampilkan ulasan, rating, atau logo klien.
  • CTA Jelas: Mudahkan pengunjung bertransaksi.
  • Mobile-Friendly: Upayakan halaman website nyaman diakses di perangkat seluler.

Setelah elemen teknis terpenuhi, efektivitas halaman perlu dipantau secara berkala.

Bisa dengan melihat conversion rate untuk melihat rasio pengunjung yang membeli. Bisa juga dengan memantau lead quality untuk melihat kualitas prospek yang akan membeli produk.

4. Implementasi Strategi SEO

Faktor-faktor dalam strategi SEO
Sumber: depositphotos

Lebih dari 85% calon pelanggan mencari solusi berupa produk lewat Google, sehingga upaya SEO menjadi penting. Bisnis Anda harus muncul saat mereka membutuhkannya.

Perlu diingat, upaya tersebut tidak hanya terjadi di Google, tetapi juga melalui media sosial dan platform e-commerce.

Di sinilah SEO berperan penting untuk mendapatkan pelanggan baru. Apalagi, SEO mampu menekan biaya akuisisi (Customer Acquisition Cost) hingga 60% dibanding upaya lain.

Anda bisa menerapkan strategi SEO dengan alur sebagai berikut:

  • Riset Kata Kunci: Petakan keyword berdasarkan tahapan customer journey.
  • Terapkan di Konten: Hubungkan keyword dengan halaman produk atau layanan yang relevan.
  • Optimalkan Halaman Solusi: Tautkan konten ke halaman produk atau layanan yang sesuai.
  • Sematkan Call-to-Action: Tambahkan ajakan untuk membeli produk atau CTA lainnya secara natural

Namun, selalu utamakan kebutuhan pembaca. Keyword sekadar panduan, jangan digunakan berulang demi peringkat.

Menjadi teratas di hasil pencarian dan mendatangkan pengunjung saja tidak cukup. Anda harus memperhatikan qualified organic traffic untuk memastikan mereka adalah calon pelanggan ideal.

5. Buat Content yang Menjawab Pertanyaan Calon Pelanggan

Content marketing merupakan upaya untuk memikat pelanggan baru melalui informasi relevan seputar masalah, solusi, dan manfaat produk di berbagai channel dengan berbagai format.

Ingin membuat video pendek di TikTok, atau video testimoni di YouTube hingga tips singkat di media sosial atau WhatsApp? Semua itu bisa Anda pertimbangkan.

Format konten bisa disesuaikan dengan strategi customer journey yang Anda terapkan.

Tujuan KontenTujuan Konten
AwarenessMembantu audiens mengenali masalah dan memahami akar penyebabnya.
ConsiderationMembantu calon pelanggan membandingkan pilihan dan menilai solusi yang tersedia.
DecisionMemberikan bukti dan informasi yang dibutuhkan sebelum calon pelanggan mengambil keputusan.

Itu hanya tiga tahapan umum. Anda perlu melakukan evaluasi kinerja konten sesuai tujuannya.

Sebagai contoh, engaged sessions menunjukkan relevansi materi dengan pembaca, sementara klik CTA mengukur kesiapan audiens untuk membeli produk.

Selain itu, Anda bisa memantau hasil CTA seperti demo requests untuk mengukur minat calon pembeli, atau assisted conversions untuk melihat kontribusi SEO terhadap transaksi channel lain.

6. Bangun Social Media Presence

Aktif di media sosial bisa menjadi cara mencari customer baru dengan fungsi discovery, credibility, dan conversation.

Artinya, media sosial membantu bisnis ditemukan, membangun kredibilitas, dan membuka ruang percakapan dengan calon pelanggan.

Pemetaan konten dapat menggunakan beberapa pilar berikut:

Pilar KontenFokus Pesan & Tujuan
Pain Point & EdukasiMembahas masalah audiens dan memberikan solusi praktis.
Product ProofMenunjukkan hasil atau manfaat yang dirasakan setelah menggunakan produk atau layanan.
Customer StoryMembagikan pengalaman serta ulasan asli dari pelanggan.
Konten InteraktifMengajak audiens berpartisipasi melalui kuis, jajak pendapat, atau format interaktif lain.

Keberhasilan media sosial tidak cukup dilihat dari jumlah pengikut atau like.

Anda juga perlu melihat qualified profile visits yang menunjukkan kualitas kunjungan, serta clicks dan leads yang membantu memastikan interaksi tersebut memberi manfaat bagi campaign.

7. Gunakan Paid Ads untuk Mempercepat Reach

Strategi organik seperti SEO perlu waktu. Untuk hasil lebih instan, iklan berbayar bisa menjadi pilihan saat bisnis ingin menerapkan strategi akuisisi pelanggan.

Penggunaannya relevan saat meluncurkan produk baru, menguji penawaran awal, atau memasuki segmen pasar yang belum pernah ditargetkan.

Sebelum mencoba metode ini, pahami peran jenis saluran iklan digital berikut:

  • Search Ads: Menangkap permintaan yang ada (capturing demand) dari pengguna yang mencari produk atau solusi melalui keyword tertentu.
  • Social & Display Ads: Menciptakan permintaan baru (creating demand) dengan menampilkan visual menarik kepada audiens yang sesuai kriteria target.

Supaya anggaran tetap terarah, satu campaign sebaiknya memiliki satu segmen audiens dan satu penawaran utama.

Meskipun menjadi cara untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan, evaluasi iklan tidak seharusnya berhenti di jumlah impresi.

Perhatikan metrik seperti CPL untuk melihat biaya per prospek, conversion rate untuk persentase pembelian, serta CAC dan revenue untuk menilai efisiensi pelaksanaan akuisisi.

8. Retarget Potensial Lead

Apakah setiap calon pelanggan membeli produk pada touch point pertama? Tidak selalu demikian.

Untungnya, mereka telah menunjukkan minat melalui tindakan seperti melihat produk atau membuka halaman harga.

Saat itulah retargeting menjadi kunci cara mencari pelanggan baru. Intinya, Anda melakukan follow-up kepada mereka, dengan bentuk komunikasi yang disesuaikan dengan channel dan kebiasaan mereka:

Perilaku PengunjungArah Pesan
Mengunjungi halaman produkTampilkan ulasan pelanggan atau informasi yang membantu menjawab keraguan mereka.
Mengisi sebagian formulirKirim pengingat agar mereka dapat melanjutkan proses pendaftaran.
Mengunjungi halaman hargaTawarkan konsultasi atau informasi tambahan yang membantu proses pengambilan keputusan.

9. Gunakan WhatsApp untuk Closing Secara Personal

Anda bisa saja berjualan produk di website atau marketplace, lalu promosi di media sosial atau Google. Namun, untuk bisa melakukan closing secara personal, WhatsApp merupakan platform ideal.

Di Indonesia, WhatsApp merupakan saluran komunikasi harian terpopuler. Jadi, cukup efektif untuk membangun percakapan personal dan mempercepat proses keputusan pembeli.

Alur penanganan calon pelanggan melalui WhatsApp dapat dirancang seperti ini:

  • Inisiasi Kontak: Calon pelanggan menekan tombol CTA di iklan, situs web, atau media sosial untuk memulai percakapan.
  • Kualifikasi Awal: Tim atau sistem mengumpulkan informasi dasar tentang kebutuhan calon pelanggan.
  • Penerusan ke Tim Sales: Prospek yang memenuhi kriteria diteruskan ke staf sales untuk konsultasi lebih lanjut.
  • Follow-Up & Transaksi: Tim sales melanjutkan percakapan sampai calon pelanggan siap menyelesaikan pembelian. 

Lalu, apakah ini bisa dilakukan dengan akun WhatsApp biasa? Bisa, tapi tidak direkomendasikan, apalagi dengan bisnis yang makin berkembang dengan banyak produk.

Di awal, Anda perlu mengubah statusnya ke WhatsApp Business. Namun, saat volume percakapan tinggi, WhatsApp Business API harus mulai dipertimbangkan.

Sistem WhatsApp Business API dapat mengintegrasikan otomasi, pengelolaan pesan, dan analitik dalam satu alur kerja untuk upaya akuisisi dengan pelanggan dalam skala besar.

Strategi paling mudah tentu dengan upaya WhatsApp blast. Namun, pesan promosi sebaiknya dikirim kepada kontak yang bersedia (opt-in) sesuai kebijakan Meta.

Jatis Mobile sebagai partner resmi WhatsApp Business API

10. Jalankan Program Referral

92% konsumen lebih percaya rekomendasi orang yang dikenal daripada promosi lain. Itulah mengapa strategi referral masih efektif mendatangkan pelanggan baru.

Referral adalah pemasaran dari mulut ke mulut untuk memperkenalkan produk atau layanan melalui insentif menarik. Ada yang satu arah dan ada yang dua arah sesuai kebijakan bisnis

  • Pemberi Referensi: Mendapat poin, kredit, atau voucher diskon.
  • Pelanggan Baru: Mendapat diskon pembelian pertama atau bonus produk.

Strategi ini tidak hanya bergantung pada jumlah referral, tetapi juga kualitas leads-nya. Memantau rasio konversi menjadi kunci utama keberhasilannya memperbesar customer base Anda.

11. Tampilkan Testimonial, dan Customer Stories

Review customer di Amazon
Sumber: depositphotos

Salah satu tips mendapatkan pelanggan baru adalah menggunakan social proof sebagai jembatan dari tahapan awareness ke trust bagi bisnis.

Untuk melakukannya, Anda perlu mendapatkan review jujur dari konsumen yang sudah menggunakan produk dan menjelaskan bagaimana produk itu menjadi solusi dari masalah mereka.

Bentuk social proof dapat disesuaikan dengan skala dan jenis bisnis:

  • Manfaatkan User-Generated Content (UGC) berupa foto dan video ulasan di media sosial untuk konsumen biasa.
  • Sajikan studi kasus mendalam mengenai penyelesaian hambatan operasional klien oleh solusi Anda untuk jenis konsumen bisnis (B2B).

Calon pembeli biasanya ingin tahu apakah produk benar-benar bermanfaat. Ulasan dan testimoni pelanggan membantu menjawab keraguan tersebut.

12. Berkolaborasi dengan Bisnis yang Relevan

Kerja sama bisnis membuka akses ke segmen pasar baru. Maka, pilihlah mitra dengan audiens serupa tapi menawarkan produk non-kompetitif.

Bentuk kolaborasi dapat dieksekusi melalui beberapa format di bawah ini:

  • Edukasi Bersama: Mengadakan co-webinar atau lokakarya untuk membahas topik yang diminati audiens kedua pihak.
  • Penawaran Paket (Bundling): Menggabungkan dua produk yang saling melengkapi dengan harga khusus.
  • Konten Terpadu: Menyusun riset, panduan-panduan industri, atau kampanye promosi bersama.
Berita tentang kolaborasi Niagahoster dan KiriminAja

Tentunya, jangan asal memilih mitra bisnis, ya. Relevansi dan reputasi mitra lebih penting daripada potensi leads yang didapatkan.

Jika Anda menggunakan upaya promosi bersama, gunakan kode tracking URL khusus untuk kemitraan tersebut untuk melacak sumber leads.

Dari situ, Anda bisa membandingkan jumlah leads, konversi, serta CAC dari upaya campaign sendiri dengan upaya kolaborasi bisnis yang dilakukan.

13. Bangun Authority melalui Event

Event memberi bisnis kesempatan menunjukkan keahlian sekaligus bertemu calon pelanggan yang relevan.

Cara ini cocok bagi B2B, layanan profesional, SaaS, dan produk high-ticket yang membutuhkan edukasi serta pertimbangan lebih panjang.

Webinar dapat digunakan menjangkau audiens luas dengan materi khusus industri. Sementara itu, executive roundtable memungkinkan diskusi langsung bersama pengambil keputusan.

Setelah acara, arahkan peserta yang berminat ke tahap berikutnya. Permintaan demo, pertemuan, dan transaksi dapat menjadi indikator keberhasilan penjualan dari event tersebut.

Berita tentang dibukanya festival Jejak Jajanan Nusantara 2026

14. Follow Up Lead

Staff pemasaran menganalisis hasil lead scoring
Sumber: depositphotos

Mendapatkan prospek baru hanyalah langkah awal, dan follow-up bisa menjadi langkah berikutnya.

Namun, Anda tidak bisa asal melakukannya pada semua lead. Perlu ada pengelompokan berdasarkan minat, jenis produk, tahapan konsumen, dan lainnya. Jadi, upaya yang dilakukan bisa lebih efektif.

Contohnya, prospek yang meminta demo produk bisa langsung diarahkan ke jadwal konsultasi. Sementara itu, yang baru mengunduh e-book masih memerlukan informasi tambahan.

Sayangnya, langkah tersebut cukup merepotkan jika dilakukan secara manual. Itulah kenapa banyak bisnis yang akhirnya mempertimbangkan penggunaan CRM, otomasi email, dan WhatsApp Business.

Tools tersebut membantu tim menyimpan riwayat interaksi sekaligus menjaga proses follow-up tetap berjalan.

Kinerja proses ini diukur dari kecepatan respons, meeting booked rate, serta lead-to-customer conversion rate.

15. Ukur Channel yang Benar-Benar Menghasilkan Pelanggan

Reach, click, follower, dan total prospek di sebuah channel menunjukkan respons awal audiens. Namun, belum menjawab channel mana yang benar-benar menghasilkan pelanggan.

Oleh karena itu, proses akuisisi harus melibatkan evaluasi hingga jumlah pelanggan dan revenue. Anda dapat menggunakan perhitungan Customer Acquisition Cost (CAC):

Rumus Customer Acquisition Cost

Namun, CAC tidak bisa dipukul rata untuk semua bisnis. Pertimbangkan margin keuntungan, Customer Lifetime Value (CLV), karakteristik industri, dan siklus penjualan juga.

Jangan lupa, bandingkan CAC dan hasil penjualan dari setiap kanal secara berkala untuk menentukan manakah yang layak mendapatkan porsi anggaran lebih besar.

Kesalahan dalam Strategi Mendapatkan Pelanggan Baru

Berbagai upaya akuisisi dilakukan tapi hasilnya belum optimal? Bisa saja ada kesalahan yang Anda lakukan sehingga strategi mendapatkan pelanggan baru tidak berjalan mulus, diantaranya:

  • Menargetkan Audiens Terlalu Luas. Menjangkau banyak orang tidak otomatis memperbesar peluang transaksi dan membuat anggaran tersebar. Fokuslah pada segmen yang paling relevan.
  • Menggunakan Banyak Channel Tanpa Tracking. Banyak platform menyulitkan bisnis mengetahui sumber hasil sebenarnya. Pastikan tiap channel punya sistem tracking untuk mengukur konversi.
  • Terlalu Bergantung pada Diskon. Diskon memang menarik perhatian, tetapi ketergantungan membuat pelanggan sensitif harga. Tunjukkan nilai lain agar produk tetap layak dipilih.
  • Bergantung pada Satu Metrik. Mengandalkan satu angka bisa membuat bisnis salah membaca performa. Gabungkan berbagai data pemasaran dan hasil penjualan agar keputusan lebih tepat.
  • Membiarkan Prospek Tanpa Arah. Prospek membutuhkan kejelasan saat akan membeli produk. Pastikan ada alur yang mengarahkan mereka menuju konsultasi, demo, atau transaksi.
  • Menggunakan Pesan Sama untuk Semua Audiens. Pesan yang pas di satu kelompok belum tentu cocok bagi yang lain. Sesuaikan komunikasi agar kampanye tidak terasa generik.
  • Mengabaikan Kebijakan Platform. Kirimkan pemasaran hanya kepada kontak yang memberi izin. Ini penting untuk menjaga pengalaman pelanggan dan menghindari risiko pemblokiran.

Dengan menghindari kesalahan tersebut upaya akuisisi Anda akan lebih baik. Namun, jangan berhenti di langkah mendapatkan pelanggan baru.

Strategi retensi pelanggan menjaga hubungan pascatransaksi agar pelanggan kembali membeli. Dengan demikian, bisnis dapat mengurangi biaya akuisisi dari pelanggan yang sama.

Manakah Strategi Mendapatkan Pelanggan Pilihan Anda?

Ada banyak cara menarik pelanggan baru, mulai dari mengenali profil ideal dan kebiasaan interaksi, sampai memilih channel yang tepat dan paling mendatangkan konversi penjualan.

Setiap bisnis memiliki potensi channel yang berbeda untuk upaya ini. Jika WhatsApp menjadi andalan untuk menjangkau audiens ideal Anda, pastikan tiap proses akuisisi berjalan dengan sistem yang baik.

Bagaimana mengoptimalkannya? Hubungi tim Jatis Mobile untuk mengetahui solusi WhatsApp Business API yang mendukung kebutuhan bisnis Anda.

Related Article