contoh SMS blast bisnis yang diterima melalui smartphone
Home » Blog » SMS Blast Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mengirimnya untuk Bisnis

SMS Blast Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mengirimnya untuk Bisnis

Table of Contents

Bagikan:

Anda punya rencana untuk menjalankan campaign lewat SMS, dan berpikir bahwa SMS blast adalah cara promosi asal kirim pesan?

Sebagian bisnis melakukannya dan itu keliru. Promosi broadcast lewat SMS perlu tetap menentukan penerima, waktu pengiriman, dan penggunaan sistem business messaging yang tepat.

Penasaran bagaimana cara kerja SMS blast, perbedaannya dengan email dan WhatsApp blast, serta cara mengirim SMS Blast yang tepat? Artikel ini menjawabnya lengkap. Mari simak!

Apa Itu SMS Blast

contoh SMS broadcast yang diterima secara individual oleh pelanggan

SMS blast adalah pengiriman pesan ke banyak penerima sekaligus, di mana tiap nomor menerima SMS sebagai pesan pribadi.

Bentuknya bisa informasi bisnis, promosi produk, survei, dan lainnya sesuai dengan pendekatan SMS Marketing yang ingin dilakukan.

Jika Anda baru mendengarnya, SMS blast adalah teknik pengiriman pesan yang dikenal juga dengan istilah text blast, mass texting, dan SMS broadcast.

Istilah-istilah ini sebenarnya mengacu pada pola pengiriman SMS yang mirip. Apa bedanya?

  • SMS blast: istilah paling umum di industri telekomunikasi serta platform messaging.
  • Text blast: istilah populer di pasar Amerika untuk konteks promosi dan retensi pelanggan.
  • Mass texting: menonjolkan skala pengiriman. Sering untuk nonprofit, dan komunitas.
  • SMS broadcast: menonjolkan sifat satu-ke-banyak. Lebih sering dipakai di konteks pengumuman resmi.

Artinya, SMS Blast adalah pengiriman bulk SMS yang kerap ditujukan ke penerima berdasarkan kesamaan informasi yang ingin disampaikan oleh bisnis.

Ini tentu berbeda dengan SMS bisnis lain yang bersifat transaksional dan spesifik berdasarkan trigger, seperti setelah adanya transaksi pribadi.

Sebagai contoh, pusat kebugaran mendata anggota yang masa aktifnya habis minggu depan untuk dikirim SMS pengingat. Ini adalah SMS broadcast karena tidak bergantung pada aktivitas tertentu.

Selain itu, meskipun SMS Blast dikirim ke kelompok tertentu, penerima tidak harus berada dalam satu grup yang sama seperti milis atau semacamnya. Pesannya tetap bersifat pribadi.

Dan yang penting, pelaksanaan SMS Blast selalu dilakukan dengan sistem yang biasanya memanfaatkan A2P messaging yaitu pengiriman pesan dari aplikasi kepada seseorang.

Umumnya, SMS Blast adalah pengiriman pesan untuk komunikasi satu arah. Namun, dengan konfigurasi sender ID, penerima mungkin bisa membalas SMS jika layanan two-way SMS diaktifkan.

Cara Kerja SMS Blast

dashboard kampanye SMS yang menampilkan penerima dan status pengiriman

Sebelum mulai menjalankan campaign dengan SMS blast, pelajari dulu cara kerja SMS broadcast berikut ini:

1. Bisnis Menyiapkan Kampanye

Sebelum mengirim pesan informasi atau promosi lewat SMS blast, tentukan dulu tujuan komunikasi, audiens, identitas pengirim, isi pesan, dan waktunya.

Misalnya, Anda ingin mengadakan webinar dan menargetkan 300 peserta. Maka, jadikan database kontak sebagai acuan untuk menyaring prospek peserta yang kemungkinan mendaftar.

2. Sistem Mengirimkan Pesan

Saat campaign akan dijalankan, gunakan platform untuk mengatur daftar penerima. Lalu, meneruskan setiap SMS lewat jalur pengiriman yang sudah dikonfigurasi.

Ingat bahwa setiap campaing, nomor yang menjadi tujuan perlu diproses terpisah. Dengan begitu, status pengirimannya bisa berbeda antarpenerima.

3. Jaringan Seluler Memproses Pengiriman

SMS kemudian dirutekan ke nomor penerima lewat jaringan seluler. Pada tahap ini, cara kerja SMS Blast sudah melibatkan provider, delivery route, dan jaringan yang membawa ke tujuan.

Karena itu, status sent tidak otomatis berarti pesan sudah diterima di perangkat. Sent menunjukkan bahwa pesan telah masuk ke proses pengiriman sesuai definisi sistem yang digunakan.

4. Status Pengiriman Pesan

Jika delivery route dan integrasinya mendukung, provider dapat memberikan informasi status seperti delivered, failed, atau expired.

Namanya bisa berbeda tergantung pengaturan. Status itu perlu dibaca sesuai fungsinya untuk proses analisa pelaksanaan SMS Blast berikutnya.

5. Bisnis Meninjau Hasil yang Tersedia

Setelah pengiriman, bisnis dapat meninjau laporan sistem yang mencakup status delivery serta sinyal lain. Beberapa status yang perlu dianalisa antar lain:

  • Click baru bisa dilihat jika pesan menggunakan tautan yang dapat dilacak
  • Reply membutuhkan sender dan konfigurasi yang mendukung pesan masuk
  • Conversion biasanya tercatat di website, aplikasi, CRM, POS, atau sistem lain.

SMS Blast vs Email Blast vs WhatsApp Blast

perbandingan tampilan SMS blast, email blast, dan WhatsApp blast

SMS, email, dan WhatsApp sama-sama bisa menjangkau banyak penerima untuk menjalankan promosi bisnis. Lalu, apa perbedaannya?

DimensionSMS BlastEmail BlastWhatsApp Blast
How it reaches recipientsSMS dikirim ke nomor ponsel melalui mobile network.Email dikirim ke inbox melalui email-sending service.Pesan bisnis dikirim ke akun WhatsApp penerima.
Internet dependency for recipientsPenerima tidak perlu memiliki koneksi internet untuk menerima SMS.Penerima memerlukan akses internet untuk mengambil dan melihat email.Penerima memerlukan akses internet dan akun WhatsApp aktif.
Content formatTerutama berupa teks. Panjang pesan, tautan, dan kemampuan lain bergantung pada encoding, provider, serta sender configuration.Dapat memuat teks lebih panjang, gambar, beberapa tautan, dan layout HTML.Dapat mendukung teks, gambar, video, dokumen, tombol, dan komponen pesan WhatsApp lainnya.
Two-way communicationBergantung pada sender number atau ID serta konfigurasi provider. Jika kampanye membutuhkan reply, setup yang digunakan perlu mendukung pesan masuk.Penerima dapat membalas melalui inbox.Dirancang untuk komunikasi dua arah berbasis chat.
Outbound messaging controlsBergantung pada provider, operator route, dan sender configuration.Persyaratan berbeda menurut inbox provider. Pengirim besar ke Gmail perlu mengikuti ketentuan authentication dan unsubscribe yang berlaku.Bisnis memerlukan recipient opt-in; template messages digunakan di luar customer-service window.

Kapan Bisnis Membutuhkan SMS Blast

segmentasi penerima untuk berbagai kebutuhan SMS blast bisnis

Berikut beberapa situasi saat Anda perlu menggunakan SMS Blast:

1. Promosi Berbatas Waktu

SMS blast dapat digunakan untuk penawaran dengan batas waktu, voucher, pendaftaran acara, atau campaign update yang ditujukan kepada segmen pelanggan tertentu.

Contohnya, promo berlaku untuk pelanggan di wilayah tertentu selama tiga hari. Daftar penerima dapat disesuaikan agar pesan hanya dikirim kepada pelanggan yang dapat menggunakannya.

2. Pengingat Janji atau Acara

SMS blast cocok untuk reminder massal dengan waktu pengiriman yang sama, seperti 800 peserta webinar yang menerima pengingat serentak pada H-1.

Sebaliknya, untuk jadwal yang bervariasi, seperti 800 pasien dengan waktu konsultasi berbeda, lebih tepat menggunakan A2P berbasis trigger.

Kesimpulannya, tentukan pilihan berdasarkan apakah pesan dikirim serentak (batch) atau mengikuti jadwal individual.

3. Pengumuman Bisnis

Perubahan jam operasional, ketersediaan layanan, informasi program, atau pembaruan operasional dapat menggunakan SMS blast.

Pemilihan penerima harus sesuai dengan penerima yang terkait. Jika perubahan hanya berlaku di satu cabang, pelanggan cabang lain tidak perlu mendapat pesan.

Selain itu, Anda bisa memanfaatkan fitur personalisasi nama pelanggan untuk membuat pesan terasa lebih eksklusif. Komunikasi jadi lebih personal dan relevan.

4. Pengingat Pembayaran atau Perpanjangan

Mengirim pengingat pembayaran atau perpanjangan layanan juga dapat dilakukan dengan bantuan SMS Blast.

Cara ini efektif untuk mengurangi risiko keterlambatan pembayaran dari pelanggan. Anda bisa menjadwalkan pengiriman pesan secara otomatis beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo.

Jadi, tim admin tidak perlu repot mengirim pesan manual. Selain hemat waktu, pelanggan mendapat info penting tepat waktu.

5. Permintaan Umpan Balik

SMS blast dapat digunakan untuk meminta survei, rating, atau feedback setelah kegiatan selesai.

Jadi, jika bisnis Anda ingin meningkatkan kepuasan pelanggan, mulailah manfaatkan jenis SMS marketing untuk mengumpulkan ulasan secara cepat dan praktis.

Karakteristik pesan singkat yang hampir selalu dibaca dalam beberapa menit pertama membuat tingkat responsnya tinggi.

Anda bisa menyematkan tautan pendek menuju formulir survei atau sekadar meminta balasan rating sederhana.

6. Pembaruan Internal

Ingin menyampaikan perubahan jadwal, pengumuman operasional, atau informasi lain kepada staf? SMS Blast juga bisa menjadi solusi kebutuhan ini.

Layanan ini memungkinkan pengiriman pesan massal secara instan ke seluruh karyawan tanpa hambatan internet.

Informasi penting seperti kebijakan baru, darurat kantor, atau pengingat rapat dapat langsung dibaca dalam hitungan detik.

Cara Mengirim SMS Blast untuk Kebutuhan Bisnis

halaman pengaturan kampanye untuk mengirim SMS blast

Inilah cara mengirim SMS Blast untuk bisnis:

1. Tetapkan Satu Tujuan Kampanye

Tentukan tindakan utama yang ingin didukung melalui SMS, seperti mengunjungi promo, mendaftar acara, atau menggunakan voucher.

Tujuan yang jelas juga memudahkan penentuan CTA dan metrik evaluasi setelah kampanye selesai.

2. Atur Daftar Penerima Pesan

Susun daftar penerima sesuai tujuan kampanye, lalu eliminasi kontak yang tidak relevan.

Misalnya, kampanye perpanjangan menargetkan pelanggan yang masa aktifnya habis dalam 30 hari. Sebelum mengirim, keluarkan mereka yang sudah memperpanjang atau membatalkan.

3. Lakukan Segmentasi Bila Berguna

Pisahkan penerima SMS Blast jika perbedaannya memengaruhi pesan, waktu, penawaran, atau CTA.

Gunakan lokasi, tahap pelanggan, interaksi, atau minat sebagai dasar segmentasi hanya jika informasi tersebut mengubah jalannya kampanye.

Jika pesannya tetap sama, segmentasi tambahan belum diperlukan.

4. Tulis Pesan yang Ringkas

Tulis pesan dengan identitas pengirim yang jelas, informasi utama yang mudah dipahami, dan satu next action jika diperlukan.

Pesan ringkas bukan berarti menghapus informasi sebanyak mungkin. Tujuannya adalah agar penerima tidak perlu menebak maksud SMS.

Jika kampanye memiliki satu tujuan, CTA sebaiknya juga mengarah pada satu tindakan tersebut.

5. Periksa Sebelum Mengirim

Periksa wording, daftar penerima, pengecualian, sender identity, link, dan waktu pengiriman sebelum kampanye dijalankan.

Untuk kampanye dengan beberapa segmen, ambil beberapa contoh penerima dari setiap kelompok dan pastikan orang tersebut memang seharusnya menerima versi pesan tersebut.

Pengecekan ini membantu menemukan kesalahan pada daftar atau segmentasi sebelum pesan terkirim dalam jumlah besar.

6. Jadwalkan atau Kirim

Pilih waktu pengiriman sesuai konteks kampanye dan penerima.

Reminder acara dapat mengikuti jadwal acara. Promo mengikuti masa berlaku penawaran. Pengingat perpanjangan mengikuti periode pelanggan.

Jadi, waktu pengiriman tidak perlu mengikuti satu “jam terbaik” untuk semua kampanye. Gunakan konteks pesan dan kapan informasi tersebut paling relevan bagi penerima.

7. Tinjau Data Kampanye yang Tersedia

Setelah kampanye dilaksanakan, tinjau laporan dan hubungkan dengan tujuan awal.

Misalnya, 9.000 dari 10.000 SMS terkirim (delivered), tetapi hanya 220 registrasi tercatat. Artinya, pesan Anda kurang efektif dalam mendorong konversi.

Gunakan link tracking untuk melihat apakah penerima melanjutkan ke tahap berikutnya, sementara registrasi menunjukkan hasil akhir yang diinginkan.

Jika hasil meleset, identifikasi tahap penurunan angka dan telusuri data pendukungnya.

8. Nilai Layanan SMS Broadcast yang Sesuai

Setelah kebutuhan pengiriman dan pengukurannya jelas, Anda dapat menilai layanan yang sesuai dengan alur tersebut.

Bisnis yang membutuhkan bulk sending, scheduling, pengelolaan data penerima, dan campaign reporting dapat mempertimbangkan SMS Broadcast dari Jatis Mobile.

FAQ Seputar SMS Blast

Berikut jawaban singkat untuk beberapa pertanyaan tentang SMS blast:

Apa yang dimaksud dengan SMS blast?

SMS blast adalah pengiriman satu pesan ke banyak penerima terpilih secara langsung menggunakan sistem terintegrasi dengan platform SMS blast dan provider telekomunikasi. Pelaksanaannya menggunakan sistem A2P, jadi tanpa proses manual.

Bagaimana cara kerja SMS blast?

Bisnis menyiapkan data nomor telepon dan format pesan untuk diproses secara otomatis melalui platform SMS broadcast. Lalu, operator telekomunikasi meneruskan pesan ke penerima. Sistem menyediakan laporan real-time untuk memantau status pesan.

Apa perbedaan SMS blast dengan email blast dan WhatsApp blast?

Perbedaannya meliputi jalur pengiriman, kebutuhan internet, format konten, komunikasi dua arah, dan kontrol outbound messaging.

SMS memakai jaringan seluler, email menggunakan koneksi internet yang masuk ke inbox, sementara WhatsApp berbasis akun dan chat.

Kapan bisnis dapat menggunakan SMS blast?

SMS blast cocok untuk promosi, pengingat janji/acara, pengumuman bisnis, pengingat pembayaran, permintaan feedback, dan pembaruan internal.

Untuk pesan berbasis transaksi seperti kode OTP atau status pesanan, trigger-based SMS jauh lebih cocok.

Siap Promosi Produk dengan SMS Blast?

SMS blast adalah cara menjalankan SMS marketing dengan mengirim pesan ke banyak penerima sekaligus. Kelebihannya, strategi ini tidak tergantung pada koneksi internet.

SMS broadcast dijalankan dengan sistem pesan A2P, alias menggunakan sistem secara otomatis. Jadi, bukan pengiriman manual satu persatu ke penerima pesan.

Saat kebutuhan Anda sudah mencakup bulk SMS, penjadwalan, pengelolaan data penerima, dan reporting, SMS Broadcast dari Jatis Mobile dapat dipertimbangkan sebagai solusi bisnis Anda.

Tertarik mencobanya? Silakan hubungi tim kami untuk mendiskusikannya lebih lanjut.

Related Article