Sebelum memulai bisnis UMKM, Anda harus mempelajari strategi pengembangan UMKM terlebih dahulu agar modal yang Anda keluarkan tidak akan terbuang sia-sia. Mengetahui strategi bisnis yang tepat untuk mengembangkan bisnis dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan arus modal yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari berbagai strategi pengembangan UMKM yang efektif dan efisien. Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui apa yang dimaksud dengan bisnis UMKM terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
UMKM adalah usaha mikro, kecil, dan menengah yang dapat dimiliki oleh perorangan dan/atau suatu badan usaha. Pemerintah Indonesia telah mengatur UMKM di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta mengelompokkan jenis usaha berdasarkan aset dan omzet tahunannya.
Usaha yang tidak termasuk ke dalam kategori di atas dapat dimasukkan ke dalam jenis Usaha Besar. Artinya, seluruh usaha ekonomi produktif dengan aset lebih dari Rp10 miliar dan omzet tahunan lebih dari Rp50 miliar dapat dikategorikan sebagai Usaha Besar.
Baca Juga: 3 Contoh Email Marketing Untuk Bisnis yang Menarik
Mengembangkan bisnis UMKM memang bukan merupakan hal yang mudah. Anda pasti akan menemukan banyak sekali tantangan yang akan ditemui di tengah perjalanan bisnis. Berikut ini adalah beberapa strategi pengembangan UMKM yang dapat Anda lakukan.
Saat Anda mencari cara untuk mengembangkan bisnis UMKM, salah satu cara terbaiknya adalah dengan melakukan riset pasar. Ini tidak hanya membuat Anda lebih memahami pelanggan yang ada, tetapi juga pelanggan potensial Anda.
Penting untuk memiliki wawasan yang cukup tentang target pasar Anda dan mengetahui apa yang mereka butuhkan. Dengan begitu, Anda dapat melihat bagaimana bisnis (produk dan layanan yang disediakan) dapat tumbuh dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Jangan lupa juga untuk melakukan riset mengenai pesaing Anda. Mengetahui apa kekuatan dan kelemahan mereka dapat membantu mendorong Anda untuk membuat keputusan yang lebih tepat, baik dari segi produksi, distribusi, hingga pemasaran.
Meningkatkan visibilitas merek Anda dapat meningkatkan ketertarikan pelanggan baru terhadap merek dan mengembangkan bisnis Anda. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menghadiri acara networking. Anda dapat memperluas jejaring dalam acara seperti ini dengan:
Baca Juga: 4 Cara Membuat Chatbot WhatsApp
Mendapatkan pelanggan baru saja tidak akan cukup untuk mengembangkan bisnis UMKM ke titik yang lebih jauh. Anda juga perlu membuat pelanggan yang sudah ada untuk melakukan pembelian ulang. Saat Anda meningkatkan retensi pelanggan, Anda juga membangun loyalitas pelanggan, yang mana dapat meningkatkan volume penjualan dan pendapatan.
Faktanya, Anda akan mengeluarkan biaya lima kali lipat lebih banyak untuk mendapatkan pelanggan baru daripada untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Oleh karena itu, berfokus pada mempertahankan pelanggan berarti bisnis Anda tidak akan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang bukan merupakan investasi yang sudah terjamin keberhasilannya.
Anda dapat meningkatkan retensi pelanggan dengan beberapa cara, antara lain:
Nah, apabila Anda ingin mengembangkan UMKM melalui strategi peningkatan retensi pelanggan, Anda dapat menggunakan layanan dari Jatis Mobile. Kami menyediakan layanan CRM untuk membantu Anda mengelola hubungan dengan pelanggan, email marketing untuk melakukan email campaign, serta chatbot AI untuk membalas pesan pelanggan secara otomatis. Tertarik menggunakannya? Yuk, langsung saja hubungi Jatis Mobile sekarang juga untuk informasi lebih lanjut!
