tiga contoh subjek email promosi, newsletter, dan perubahan layanan di inbox ponsel
Home » Blog » Contoh Subjek Email untuk Berbagai Kebutuhan Email Marketing

Contoh Subjek Email untuk Berbagai Kebutuhan Email Marketing

Table of Contents

Bagikan:

Judul email yang kuat menjadi kunci agar orang mau membukanya. Dan itulah alasan Anda mencari contoh subjek email marketing di artikel ini, bukan?

Anda ingin mendapatkan inspirasi untuk berbagai campaign, mulai dari promosi, newsletter, pengumuman dan lainnya.

Tanpa berlama-lama mari lihat sembilan contoh subjek email untuk kebutuhan marketing yang sudah kami siapkan.

9 Contoh Subjek Email Marketing

Inilah contoh subjek email marketing yang bisa menjadi inspirasi Anda untuk menjalankan campaign terbaru Anda:

1. “Diskon {X}% untuk {kategori} hingga {tanggal}”

contoh subjek email promosi diskon sepatu lari beserta isi penawaran

Inilah contoh subjek email marketing paling sering digunakan untuk tujuan promosi. “Diskon 20% untuk sepatu lari hingga 18 Oktober”.

Ini formula judul yang standar tapi efektif. Ada besaran diskon, jenis produk yang ditawarkan dan periode promo.

Hanya dari judul email saja, penerima email sudah akan tahu informasi apa yang akan diberikan di isi email tersebut.

Jika target audiens Anda merupakan prospek yang memang sedang ingin membeli produk sepatu dengan harga lebih murah, mereka tentu akan langsung tertarik membuka email.

Perhatikan juga bagaimana kejelasan contoh subjek email promosi di atas. Penyebutan kategori berupa “sepatu lari” langsung membangun relevansi penawaran.

Selain itu, ini juga memudahkan dalam pembuatan konten dan penataan informasi. Sebab, Anda hanya perlu menyiapkan semua produk sepatu lari secara spesifik di bagian konten.

Kami sudah pernah membahas berbagai contoh email penawaran produk yang bisa memberikan informasi lengkap tentang isi email secara keseluruhan.

Bagaimana jika subjek email marketing terlalu panjang untuk tampilan ponsel? Dahulukan besaran diskon dan periode promosi. Kategori bisa ditambahkan kemudian.

2. “Pernah Kesulitan Mengatur Jadwal Tim?”

contoh subjek email berbentuk pertanyaan tentang pengaturan jadwal tim

Ini contoh subjek email marketing yang fokusnya pada pain point atau masalah audiens. Pendekatan ini masih cukup efektif sebagai penarik perhatian.

Bayangkan jika penerima pesan merupakan orang yang pernah mengalami jadwal shift bertabrakan. Mereka akan langsung mengenali masalah dan mengingat pengalaman itu.

Judul email marketing seperti ini mampu membangun relevansi dan sekaligus rasa ingin tahu di waktu yang sama.

Yang penting, pastikan subjek email promosi tersebut sejalan dengan isi email di dalamnya. Jangan langsung menampilkan tabel harga software. Jawab dulu rasa penasaran audiens.

3. “Newsletter Oktober: Panduan Stok dan Kabar Produk”

contoh subjek newsletter Oktober dengan panduan stok dan informasi produk baru

Karena newsletter umumnya diberikan bulanan, memberikan informasi bulan di dalam judul email merupakan langkah yang tepat.

Anda bisa melihat contoh subjek email newsletter di atas: “Newsletter Oktober: Panduan Stok dan Kabar Produk”. Setelah bulan, diikuti dengan topik khusus yang dianggap sebagai konten.

Judul singkat tersebut memudahkan penerima email untuk memutuskan apakah perlu membacanya. Bagi pengelola toko yang sedang memeriksa persediaan mereka tentu tertarik.

Lalu, bagaimana jika newsletter berisi banyak materi? Tidak semuanya harus masuk ke subjek. Pilih informasi utama yang paling berguna bagi subscriber.

Itulah kenapa penting bagi tim marketing untuk mendiskusikan fokus dari tiap campaign newsletter sehingga bisa menyesuaikan subjek email marketing yang akan digunakan.

Kami membahas contoh newsletter untuk mengatur banyak info dalam satu pengiriman yang bisa Anda pelajari.

4. “[Nama], Ada Pilihan Baru di [Kategori Favorit]”

perbandingan subjek email personalisasi dan versi tanpa nama pelanggan

Kelebihan dari email marketing adalah personalisasi. Jadi, kenapa tidak menggunakan nama dari penerima email sebagai subjek email promosi Anda?

Menyebut nama pelanggan membuat email terasa personal. Namun, tentu itu belum cukup menjadi alasan untuk membuka email.

Lalu, apa triknya? Memberikan penawaran yang sesuai dengan apa yang calon pelanggan butuhkan. Itulah kenapa kategori favorit umumnya bisa membuat banyak orang tertarik.

Kategori favorit ini bisa Anda tentukan dari data secara umum, misalnya perawatan tubuh, perawatan wajah atau perawatan anti jerawat.

Atau bisa Anda atur agar dapat mengenali kategori favorit dari tiap target audiens sesuai sistem grouping Anda dan biasanya membutuhkan template khusus.

Yang penting, periksa placeholder sebelum mengirim agar tidak ada bagian kosong. Gunakan template email marketing untuk variasi subjek, preheader, dan isi.

Jangan lupa sesuaikan pilihan katanya dengan tujuan campaign dan customer journey.

“Produk Baru di Kategori yang Anda Ikuti” cocok untuk preferensi berlangganan, sementara “Pilihan Baru untuk Perawatan Tubuh” aman digunakan jika preferensi pelanggan tidak tersedia.

5. “Apa yang Kami Temukan dari Survei Pelanggan?”

contoh subjek email survei pelanggan dengan ringkasan hasil survei

Ini contoh subjek email yang memicu rasa ingin tahu dan menjadi bagian dari pembahasan yang ada di dalam email.

Judul email seperti ini cocok untuk bisnis yang mengandalkan data dan feedback pelanggan untuk berkembang seperti perusahaan software.

Subscriber yang tertarik dengan hasil survey tersebut tentu ingin tahu informasinya, terutama jika terkait rencana pembaruan layanan yang mereka gunakan.

Bila perlu Anda bisa saja memberikan bocoran informasi penting di judul selama tidak terlalu panjang. Jadi, bisa membuat rasa penasaran penerima email lebih besar.

Bagaimana jika survei menghasilkan temuan yang biasa saja? Berikan judul yang menyebutkan bahwa hasil survey tersebut sebagai update informasi yang perlu disampaikan.

6. “Pendaftaran Webinar Ditutup [Tanggal]”

contoh subjek email pengingat batas akhir pendaftaran webinar

Kalau pendaftaran webinar akan segera berakhir, informasi apa yang paling dibutuhkan calon peserta? Tentu tanggal penutupannya. Itulah mengapa subjek “Pendaftaran Webinar Ditutup 18 Oktober” lebih jelas daripada “Jangan Sampai Kehabisan Tempat!”.

Perhatikan pilihan kata “ditutup”. Kata ini langsung menjelaskan apa yang akan terjadi pada tanggal tersebut. Penerima pun bisa memahami batas kesempatan mendaftar tanpa perlu menebak alasan mereka harus segera bertindak.

Namun, bagaimana jika bisnis menyelenggarakan beberapa webinar sekaligus? Subjeknya bisa dibuat lebih spesifik menjadi “Pendaftaran Webinar [Nama Acara] Ditutup 18 Oktober”. Dengan begitu, penerima tahu acara mana yang dimaksud.

Ada juga alternatif seperti “Pendaftaran Webinar Berakhir Besok”. Kalimat ini terasa lebih mendesak karena waktunya semakin dekat, tetapi hanya cocok jika email benar-benar dikirim sehari sebelum penutupan. Jika pengiriman tertunda, keterangan “besok” bisa menyesatkan.

Jadi, urgensi tidak harus dibangun dengan kata-kata seperti “Segera!” atau “Kesempatan Terakhir!”. Menyebut batas waktu pendaftaran sering kali sudah cukup untuk menunjukkan mengapa informasi tersebut perlu diperhatikan.

Sebelum mengirim, pastikan tanggal pada subjek sesuai dengan ketentuan pendaftaran. Jika diperlukan, jam dan zona waktu dapat diperjelas melalui preheader agar calon peserta tidak salah memahami tenggatnya.

7. “Mulai [Tanggal], Ketentuan Pengiriman Berubah”

contoh email pembaruan ketentuan pengiriman dengan perbandingan aturan lama dan baru

Perlu contoh subjek email pengumuman terkait layanan? Contoh di atas bisa memberikan inspirasi untuk Anda.

Seperti terlihat, judulnya singkat, padat, dan jelas sesuai informasi utama pembaruan yang terjadi. Hindari menggunakan judul samar seperti “Ada Kabar Penting untuk Anda”.

Jika ada informasi khusus yang penting, masukkan informasi tersebut ke dalam subjek email marketing. Hal ini bertujuan agar penerima email tidak bingung.

Misalnya, toko online mengubah biaya kirim di wilayah tertentu. Email wajib dikirim ke pelanggan terdampak dan judul email harus spesifik sesuai tujuan pemberian informasi.

Untuk email pengumuman, hindari menggunakan subjek email yang membangun rasa penasaran. Pelanggan harus langsung mengenali pentingnya informasi dari awal.

Korelasi subjek email dan isi pengumuman terlihat pada contoh email marketing itu penting. Makin besar dampaknya, makin krusial informasi disampaikan jelas

8. “Panduan: 5 Langkah Menyiapkan Laporan Bulanan”

contoh subjek email edukasi dengan panduan lima langkah membuat laporan bulanan

Sering mengirimkan email edukasi untuk prospek Anda? Subjek email marketing di atas bisa menjadi contohnya.

Karena biasanya berasal dari sumber lain seperti blog atau ebook, Anda bisa saja menggunakan judul resmi dari konten yang nantinya dibaca lengkap.

Contohnya, “Panduan: 5 Langkah Menyiapkan Laporan Bulanan” menunjukkan email yang berisi panduan sesuai kebutuhan penerima email yang berkaitan dengan produk bisnis.

Jika penerima email rutin mendapat konten seperti ini, manfaatnya langsung terbayang hanya dari judulnya.

Lebih menarik lagi jika Anda dapat membedakannya menjadi panduan, tutorial, review, perbandingan, dan lainnya yang makin deskriptif.

Intinya, pilih subjek yang membantu penerima mengenali manfaat materi sejak melihat inbox. Pastikan pula jumlah langkah atau hasil yang disebut memang tersedia dalam artikel atau ebook yang akan mereka baca.

9. “Selamat Datang di Newsletter [Nama Bisnis]”

contoh subjek dan isi welcome email setelah pelanggan berlangganan newsletter

Ini contoh subjek welcome email yang umum. Ada ucapan “Selamat Datang”, ada jenis email yang diterima seperti newsletter, dan ada nama brand.

Anda bisa menggunakan format ini untuk welcome email dan langsung membuat penerima email tahu isi email dan kenapa mereka menerimanya.

Mengapa subjeknya tidak lebih spesifik? Biasanya karena bisnis memperkenalkan banyak hal sekaligus, mulai dari konfirmasi berlangganan sampai informasi berikutnya.

Beberapa variasi subjek email marketing untuk welcome email adalah:

  • “Terima kasih telah menjadi bagian [Nama Brand]”
  • “Anda kini seorang Rangers [Nama Brand]”

Apa pun variasinya, intinya adalah menyambut pelanggan baru atau mereka yang ingin tahu brand agar merasa menjadi bagian dari Anda.

Bahkan variasi subjek email bisa Anda lakukan jika kontennya fokus pada satu tema pengiriman email. Misalnya: “Selamat Datang di Newsletter Tips Bisnis Toko Contoh”.

Yang jelas, hindari kebingungan penerima. Jika seseorang mendaftar hanya untuk e-book, hindari subjek email untuk newsletter umum.

FAQ Seputar Subjek Email Marketing

Beberapa hal terkait subjek email marketing yang sering ditanyakan antara lain:

Bagaimana cara memilih pendekatan subjek sesuai tujuan kampanye?

Sesuaikan dengan tujuan campaign. Promosi bisa menonjolkan penawaran, newsletter fokus pada topik utama, dan edukasi perlu menunjukkan materi.

Bila perlu, gunakan urgensi atau rasa ingin tahu.

Bagaimana cara menyesuaikan subjek email dengan penerima?

Ketahui alasan berlangganan, minat, atau aktivitas penerima. Gunakan data tersebut untuk menonjolkan informasi yang relevan, bukan sekadar mengganti nama.

Jika data kurang, gunakan subjek umum yang akurat alih-alih menebaknya.

Bagaimana memastikan subjek email sesuai isinya?

Periksa kembali isi konten, pastikan potongan harga, kategori, tanggal, dan manfaat di email sudah sesuai. Uji juga tampilannya di ponsel agar informasi penting tidak terpotong.

Kapan personalisasi subjek email relevan?

Saat bisnis memiliki data akurat, relevan dengan alasan pelanggan, dan berguna untuk memilih pesan. Gunakan versi fallback untuk data kosong, dan hindari detail pribadi yang sensitif di inbox.

Sudah Memilih Subjek Email Marketing untuk Campaign Terbaru Anda?

Contoh subjek email marketing yang kami berikan sudah memberikan inspirasi? Anda siap untuk menjalankan campaign Anda dengan berbagai formula di atas?

Jangan lupa, selalu gunakan sistem yang baik untuk pengiriman email tersebut agar mendapat hasil optimal.

Solusi email marketing dari Jatis yang memiliki fitur seperti template interaktif, pengelompokkan kontak, penjadwalan pengiriman bisa membantu upaya Anda tersebut.

Hubungi tim kami untuk mendiskusikan kebutuhan bisnis Anda