peran digital marketing
Home » Blog » Aplikasi dan Platform Digital » Peran Digital Marketing dalam Bisnis

Peran Digital Marketing dalam Bisnis

Table of Contents
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ada banyak sekali peran digital marketing yang sangat penting dan dapat membantu bisnis tumbuh dengan lebih jauh lagi. Apalagi, perkembangan platform digital yang pesat mengharuskan banyak perusahaan melakukan digitalisasi agar dapat bersaing di pasaran. Jadi, tidak mengherankan jika digital marketing telah menjadi salah satu strategi pemasaran yang paling banyak dilakukan belakangan ini.

 

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari mengenai apa peran digital marketing bagi pertumbuhan bisnis. Namun sebelum itu, Anda harus mengetahui apa yang dimaksud dengan digital marketing terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

 

Apa yang Dimaksud dengan Digital Marketing?

 

Digital marketing, atau yang biasa disebut juga sebagai online marketing, merupakan sebuah usaha pemasaran untuk mempromosikan produk atau layanan kepada konsumen dan calon konsumen melalui internet atau bentuk komunikasi digital lainnya. Beberapa media yang digunakan adalah media sosial, email, mesin pencari, website, dan masih banyak lagi.

 

Jika dibandingkan dengan bentuk pemasaran tradisional seperti iklan di radio atau TV, digital marketing dapat menjangkau jauh lebih banyak audiens. Bahkan, Anda dapat melakukan beberapa penyesuaian untuk menjangkau audiens niche atau audiens yang lebih spesifik. Selain itu, biaya yang dibutuhkan untuk melakukan digital marketing juga jauh lebih murah daripada pemasaran tradisional, bahkan Anda bisa melakukannya secara cuma-cuma.

 

Peran Digital Marketing dalam Bisnis

 

Perusahaan biasanya memiliki tim digital marketing tersendiri atau dapat juga menggunakan jasa dari agensi. Biasanya, tim digital marketing berperan untuk meningkatkan brand awareness dan lead generation melalui semua saluran digital, baik yang gratis maupun berbayar, yang dimiliki oleh perusahaan. Saluran tersebut dapat berupa media sosial, website, hingga Search Engine Optimization (SEO).

 

Setiap pemasar digital atau orang yang melakukan digital marketing, biasanya memiliki Key Performance Indicator (KPI) yang berbeda-beda untuk setiap saluran digital yang digunakan. Hal tersebut dilakukan agar mereka dapat mengukur kinerja perusahaan dengan tepat di setiap salurannya. Sebagai contoh, seorang pemasar digital SEO akan mengukur lalu lintas organik yang didapatkan oleh website perusahaan.

 

Di perusahaan kecil, biasanya pemasar digital tidak memiliki spesialisasi, melainkan menggunakan semua saluran digital yang dimilikinya. Biasanya hal tersebut karena memang masalah budget yang kurang. Di sisi lain, perusahaan besar biasanya memiliki berbagai pemasar digital dengan spesialisasi yang berbeda-beda agar dapat lebih fokus mendapatkan hasil yang maksimal di setiap saluran digital yang dimiliki.

 

Baca Juga: Apa itu Software Developer dalam Bisnis?

 

Spesialis Digital Marketing

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa spesialis yang berfokus pada saluran digital marketing tertentu. Berikut ini adalah beberapa jenis spesialis dari saluran digital marketing.

 

1. Search Engine Optimization (SEO)

 

Search Engine Optimization (SEO) adalah sebuah praktik untuk mengoptimasi suatu website, mulai dari tulisan di setiap halamannya hingga konten artikelnya, sehingga dapat meningkatkan peringkatnya di hasil pencarian mesin pencari seperti Google. Tujuan utama dari seorang SEO adalah untuk meningkatkan lalu lintas ke website secara organik melalui berbagai macam praktik.

 

Seorang SEO akan bekerja sama secara langsung dengan pembuat konten atau penulis artikel untuk memastikan bahwa konten yang mereka buat dapat menghasilkan performa yang baik di mesin pencari. Selain itu, terkadang seorang SEO juga akan turun langsung untuk mengoptimasi hasil konten yang dibuat oleh pembuat konten.

 

2. Content Marketing

 

Content marketing adalah pembuat konten digital dari perusahaan. Beberapa tugas yang biasa dilakukan oleh seorang content marketing specialist adalah membuat strategi konten, baik yang berupa tulisan, gambar, atau video; membuat jadwal pengunggahan konten pada semua saluran digital yang dimiliki oleh perusahaan.

 

Seorang content marketing specialist biasanya akan bekerja dengan orang-orang dari banyak departemen lain untuk memastikan bahwa setiap konten yang dibuat dapat sesuai produk atau kampanye yang diluncurkan perusahaan. Umumnya, target dari content marketing specialist adalah untuk mengunggah konten sesuai jadwal, meningkatkan lalu lintas secara keseluruhan, hingga meningkatkan jumlah pengikut di berbagai media sosial.

 

Baca Juga: 3 Cara Kerja Artificial Intelligence dalam Bisnis

 

3. Social Media

 

Social media specialist memiliki fungsi yang hampir mirip dengan content marketing specialist. Namun bedanya, mereka hanya fokus pada saluran media sosial saja, tidak sampai ke saluran lainnya seperti website atau mesin pencari. Setiap perusahaan biasanya akan memiliki fokus kepada media sosial yang berbeda, tergantung dari pasar dan target pasar yang ingin mereka jangkau.

 

Beberapa tugas dari social media specialist adalah menangani media sosial, menjadwalkan pengunggahan konten, hingga mengembangkan strategi konten yang menarik dengan tim marketing secara umum. Target yang harus dicapai oleh seorang social media specialist biasanya adalah penambahan jumlah pengikut, impresi, share, hingga reach secara keseluruhan.

 

Kembangkan Bisnis Menggunakan WhatsApp Business API dari Jatis Mobile

 

Selain memanfaatkan peran digital marketing, Anda juga dapat mengembangkan bisnis menggunakan WhatsApp Business API. Dengan WhatsApp Business API dari Jatis Mobile, kini Anda bisa berinteraksi lebih mudah dengan konsumen dan memberikan apa yang mereka butuhkan secara interaktif lewat platform chatting nomor satu di Indonesia ini.

Selain itu, WhatsApp Business API dari Jatis Mobile juga memiliki berbagai macam fitur yang dapat membantu Anda menjalankan bisnis, seperti:

 

  1. Interactive Message — Anda dapat membuat fitur chatting yang interaktif seperti menu drop down. Dengan begitu, konsumen bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan secara langsung melalui WhatsApp.
  2. Quick Reply Button — Anda dapat menjawab pertanyaan dari konsumen secara langsung sehingga Anda bisa mendapatkan read-rate yang tinggi. Konsumen bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan hanya dengan satu klik.
  3. Rich Message — Anda dapat berinteraksi serta memberikan konsumen berbagai informasi dan referensi yang mereka butuhkan dengan format yang beragam (teks, gambar, video, audio, dan lainnya) dan lebih mudah.

Tertarik untuk menggunakan WhatsApp API dari Jatis Mobile? Yuk hubungi kami di sini sekarang juga!

Related Article