Satu email promosi bisa dikirim ke ribuan subscriber sekaligus. Kelihatannya hemat, tetapi bagaimana jika sebagian alamat sudah tidak aktif atau penerimanya tidak membutuhkan penawaran tersebut? Biaya kirim mungkin rendah, sementara waktu tim dan anggaran untuk menyiapkan campaign tetap terpakai.
Di antara strategi marketing, mengirim email sering dianggap paling sederhana, tetapi paling menjanjikan. Namun, apakah benar demikian? Apa kelebihan dan kekurangan email marketing?
Dengan ROI yang konon bisa mencapai 3.500%, upaya ini terdengar menggiurkan. Namun, hanya sekitar 87,2% email yang akhirnya masuk inbox. Artinya, ada kendala yang bisa muncul.
Nah, inilah saat bagi Anda untuk membandingkan keuntungan dan kerugian email marketing dan memahami tips memaksimalkan email marketing dengan baik.
Kelebihan Email Marketing

Mulai dari biaya hingga hubungan pelanggan, delapan kelebihan berikut menjelaskan mengapa bisnis masih mengandalkan email untuk berbagai campaign.
1. Efisiensi Biaya Kampanye
Salah satu kelebihan email marketing adalah Anda bisa melakukan efisiensi biaya campaign.
Ini karena Anda dapat memaksimalkan email list yang ada, lalu mengirimkan promosi lewat sistem email marketing.
Di Indonesia, biayanya bisa di kisaran Rp0,6–Rp2 per email, yang tentu lebih murah dibanding Meta Ads yang berkisar Rp1.000–Rp3.000 per klik.
Tentunya Anda masih harus menghitung biaya untuk pembuatan konten, langganan platform, dan upaya list building.
Namun, untuk jangka panjang dan campaign yang scalable, email marketing masih bisa menjadi andalan.
2. Segmentasi dan Personalisasi Pesan
Dari segi budget, biayanya lebih hemat. Menariknya, Anda bisa membuat segmentasi untuk bisa menjangkau audiens secara lebih spesifik.
Artinya, setiap pesan dapat dikirimkan langsung kepada audiens yang membutuhkan atau berpotensi membeli produk Anda. Ini kelebihan email marketing berikutnya.
Kenapa ini penting? Sebab, 760% peningkatan pendapatan dari marketing dipengaruhi oleh pemilihan target audiens yang tepat.
Belum lagi bicara personalisasi subjek atau isi email bisa mendongkrak peluang dibuka hingga 26%. Jadi, pesan Anda bisa lebih jarang berakhir di folder spam tanpa pernah dibaca.
3. Skalabilitas Pengiriman
Meskipun teknologi lama, email masih dipakai 4,59 miliar orang dan menjadi channel komunikasi teraktif. Jadi, tantangannya bukan penggunaannya, tetapi cara menjangkau audiens.
Di sinilah peran software email blast. Anda bisa mengelompokkan pelanggan, memanfaatkan template, dan fitur lain yang memberikan kemudahan.
Tidak perlu lagi mengirim email satu per satu. Satu campaign bisa disiapkan untuk puluhan hingga ribuan audiens.
Misalnya, di satu waktu, bisnis ritel mengirim promo berbeda untuk pelanggan di Jakarta dan Surabaya, di waktu lain mengirim promo massal ke pelanggan di seluruh Indonesia.
4. Hasil Kampanye yang Dapat Diukur
Jika Google Ads memiliki data klik dan media sosial memberikan data engagement, email marketing pun tak ketinggalan.
Sesuai dengan sistem email marketing yang digunakan, Anda bisa melihat delivery rate, open rate, click-through rate, dan conversion rate. Intinya, hasil tiap campaign bisa diukur.
Pun demikian, perubahan seperti Apple Mail Privacy Protection yang memuat konten meski belum dibuka dapat mendistorsi pemahaman Anda tentang performa campaign.
Maka, evaluasi email campaign sebaiknya menggabungkan berbagai metrik dengan baik.
Contohnya, banyak yang klik tombol webinar tapi sedikit yang mendaftar. Bisa jadi ada masalah pada halaman pendaftaran, bukan karena subject email yang kurang menarik.
5. Komunikasi Berulang untuk Menjaga Hubungan Pelanggan
75,4% audiens ingin mendapat promo lewat inbox karena membuka peluang komunikasi dengan bisnis.
Ini menjelaskan keuntungan email marketing, yaitu hubungan jangka panjang dengan pelangan. Sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh iklan, bukan?
Apalagi dengan email list yang Anda miliki, Anda bisa leluasa mengirimkan email yang sesuai kebutuhan dan melakukan personalisasi dengan nama atau data pembelian mereka.
Anda bahkan bisa melakukan komunikasi ini saat mereka masih sebagai prospek atau sudah jadi pelanggan tetap. Dan ini berlaku untuk konsumen pribadi maupun strategi email marketing B2B.
6. Fleksibilitas Konten dan Penggunaan Ulang Template
Kelebihan email marketing lainnya adalah kemudahan menyesuaikan bentuk komunikasi dengan tujuan campaign.
Untuk edukasi prospek, Anda bisa menggunakan newsletter berisi informasi studi kasus atau tips.
Untuk menunjukkan kehangatan brand bagi konsumen baru, Anda bisa menggunakan welcome email berisi pengenalan brand dan panduan awal.
Fleksibilitas ini yang membedakan email dari Google Ads atau Meta Ads. Apalagi jika Anda pakai software email dengan fitur Interactive Template. Pembuatan konten bisa lebih mudah.
7. Komunikasi Langsung dengan Pelanggan Berizin
Melalui email marketing, Anda dapat membangun daftar nama dan alamat email pelanggan melalui proses list building.
Daftar tersebut bisa berasal dari subscriber newsletter, pengunduh konten, atau pelanggan yang pernah bertransaksi.
Artinya, saat berkomunikasi langsung dengan pelanggan, baik untuk promo, update, atau edukasi produk, penerima email lebih siap karena telah memberikan data secara sukarela.
8. Mengarahkan Pelanggan ke Tindakan Berikutnya
Ini salah satu kelebihan email marketing yang juga dimiliki pendekatan pemasaran lain adalah Anda bisa langsung menaruh CTA di setiap email yang dikirim.
Tujuan CTA bisa beragam, seperti mengundang ke webinar, menawarkan e-book gratis, atau langsung menawarkan produk terbaru lewat halaman produk.
Artinya, email marketing bisa digunakan untuk mengarahkan pelanggan ke funnel berikutnya sesuai strategi masing-masing bisnis dengan informasi dan tautan yang lebih terpercaya.
Kekurangan Email Marketing

Sama halnya dengan strategi marketing lain, tentu saja ada kekurangan email marketing yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalankannya:
1. Risiko Spam dan Email Tidak Terkirim
Kelemahan email marketing yang pertama adalah kemungkinan pesan tidak masuk inbox. Artinya, tidak pernah dibaca oleh target audiens Anda.
Jumlahnya cukup besar, bisa mencapai 12,8%. Ya, email deliverability masih menjadi kendala strategi pemasaran ini, terutama email yang dianggap spam, ditolak server atau masuk Promosi.
Mesipun ada upaya agar email blast tidak masuk spam, risiko bahwa campaign tidak berjalan optimasl bisa terjadi karena hal ini.
Belum lagi filter tambahan dari penyedia email seperti Yahoo! atau Gmail.
Sebagai contoh, pengirim dengan volume 5.000 email/hari atau lebih ke Gmail wajib menerapkan SPF, DKIM, DMARC, dan one-click unsubscribe agar tidak dianggap spam.
2. Kejenuhan Penerima dan Unsubscribe
Seseorang yang mendaftar newsletter bulanan, bisa saja mendadak melakukan unsubscribe. Jadi, tidak akan pernah menerima informasi promosi dan edukasi dari Anda lagi.
Ini salah satu kekurangan dari email marketing. Keputusan untuk komunikasi berada di tangan mereka. Tidak bisa bersifat intrusive seperti iklan yang seolah pasti akan dilihat audiens.
Alasan dari unsubscribe beragam. 67% karena menganggap email yang diterima terlalu sering. Pada beberapa kasus, hal ini juga berdampak pada reputasi bisnis
3. Ketergantungan pada Kualitas Daftar Penerima
Dalam email marketing ada istilah email list decay, alias daftar email yang sudah tidak lagi relevan. Jika tidak dikelola dengan baik, jumlahnya bisa makin besar.
Alamat salah ketik, kontak tidak aktif, dan kontak yang tidak setuju untuk menerima promosi kadang masih tersimpan di database. Saat campaign dijalankan dengan data itu, hasilnya tidak optimal.
Peserta webinar mungkin hanya ingin mengikuti event tapi tak pernah tertarik dengan brand. Sementara mereka yang ingin mendapat update promo, bisa saja tak tertarik dengan edukasi.
Kunci dari ketepatan ini adalah kualitas email list. Sayangnya, email marketing sangat tergantung dengan hal ini.
4. Kendala Tampilan dan Ukuran Email
Email yang terlihat rapi di laptop belum tentu nyaman dilihat di ponsel. Kolom bisa bergeser, gambar gagal muncul, dan tombol CTA terlalu kecil.
Selain itu, gambar besar juga membuat konten dimuat lambat. Jika informasi penting seperti promo hanya ada dalam gambar, penerima tidak akan melihatnya saat gambar terblokir.
Akibatnya, pesan tidak dipahami utuh dan CTA gagal berfungsi. Karena itu, selalu periksa keterbacaan konten email di berbagai perangkat dan kondisi sebelum dikirim.
5. Kebutuhan Waktu dan Keterampilan Tim
Platform email blast mempermudah pengiriman, tetapi tim tetap harus menulis copy, mendesain, memilih audiens, menjadwalkan, dan membaca laporan.
Semakin banyak segmen, semakin banyak versi pesan yang harus diperiksa untuk menghindari kesalahan, seperti promo yang terkirim ke pelanggan yang sudah memperpanjang layanan.
Waktu dan keahlian tim mutlak diperlukan dalam email marketing. Kesalahan kirim sulit ditarik kembali, dan data laporan tetap harus dianalisis.
Tips Memaksimalkan Kelebihan Email Marketing

Lima langkah berikut membantu Anda menghindari kesalahan yang sering membuat campaign tidak memberikan hasil sesuai harapan.
- Pastikan kontak siap menerima campaign: Hapus alamat tidak valid dan yang unsubscribe, lalu sesuaikan penerima dengan izin dan jenis emailnya. Jelaskan topik serta frekuensi saat signup agar subscriber tahu apa yang akan mereka terima.
- Buat segmentasi yang mengubah isi email: Gunakan riwayat pembelian atau preferensi untuk menentukan penerima panduan, update, atau promo. Jika dua segmen mendapat pesan yang sama, belum saatnya dipisah.
- Uji email dari inbox: Kirim test email ke ponsel dan desktop untuk memeriksa keterbacaan, tampilan gambar, serta fungsi tombol dan tautan. Pastikan CTA mengarah ke halaman yang tepat agar penerima bisa bertindak tanpa kebingungan.
- Gunakan respons pelanggan untuk menentukan frekuensi: Mulai dari jadwal awal, lalu pantau unsubscribe dan keluhan spam saat frekuensi atau isi diubah. Jika meningkat, tinjau perubahan tersebut dan pastikan kontak yang unsubscribe tidak menerima campaign berikutnya.
- Cari sumber masalah dari metrik, bukan satu angka: Jumlah email failed meningkat? Periksa alamat penerima. Klik tinggi tapi konversi rendah? Cek halaman tujuan. Gunakan template, segmentasi, penjadwalan, dan laporan Jatis untuk kampanye, lalu sinkronkan dengan data web atau CRM.
FAQ Seputar Kelebihan dan Kekurangan Email Marketing
Inilah beberapa pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan email marketing:
Apa keterbatasan email marketing saat menjangkau pelanggan?
Email dapat dikirim ke banyak alamat, tetapi belum tentu masuk inbox atau dibaca. Pesan bisa ditolak, masuk spam, atau diabaikan meski pengiriman berhasil.
Mengapa kualitas dan izin daftar penerima menentukan manfaat kampanye?
Alamat valid diperlukan untuk pengiriman, sedangkan izin menunjukkan jenis email yang ingin diterima. Data minat dan alasan pendaftaran membantu segmentasi agar pesan tepat sasaran.
Bagaimana frekuensi dan relevansi pesan memicu kejenuhan serta unsubscribe?
Email yang terlalu sering atau tidak relevan membuat subscriber bosan. Jika keluhan atau unsubscribe naik usai jadwal dan isi diubah, tinjau kembali frekuensi serta topik email Anda.
Mengapa open rate belum cukup mengukur kesuksesan email campaign?
Open rate dipengaruhi pemuatan konten otomatis dan belum menunjukkan tindakan lanjutan. Bandingkan dengan klik, unsubscribe, failed delivery, serta registrasi atau pembelian yang menjadi tujuan campaign.
Kelola Email Marketing Bisnis dengan Jatis
Ada banyak kelebihan dan kekurangan email marketing yang bisa menjadi pertimbangan Anda menjalankannya. Tiap bisnis akan memiliki keputusan yang berbeda.
Yang penting, saat Anda ingin menjalankannya pastikan Anda menggunakan sistem yang tepat, salah satunya solusi email marketing dari Jatis.

Anda bisa memanfaatkan fitur untuk membantu Anda mengelola template, kelompok pelanggan, mengatur jadwal, dan melihat laporan dalam satu platform. Tertarik?

Erich is a results-oriented Marketing Leader with over 10 years of experience crafting compelling brand narratives and executing data-driven campaigns across B2B and B2C sectors. He’s also an expert in managing high-scale marketing budgets, by delivering up to 4x ROI, and driving billion-rupiah project acquisitions.


