marketer menyiapkan list building untuk campaign email
Home » Blog » Apa Itu List Building? Cara Membangun Daftar Email untuk Bisnis

Apa Itu List Building? Cara Membangun Daftar Email untuk Bisnis

Table of Contents

Bagikan:

List building membantu Anda memiliki database pelanggan yang mendukung kemajuan bisnis. Tanpanya, Anda harus mencari prospek baru dari nol setiap hari.

Jangan remehkan hal ini, karena akuisisi berulang akan menggerogoti profit bisnis Anda.

Lalu, bagaimana cara membangun email list hingga subscriber siap menerima campaign? Pelajari langkahnya di artikel ini.

Apa Itu List Building

daftar subscriber hasil proses list building

List building adalah proses mengumpulkan data prospek yang setuju untuk menerima pesan pemasaran. Data tersebut bisa berupa alamat email, nomor WhatsApp, atau akun media sosial.

Disebut “building” karena daftar tersebut didapatkan secara bertahap, sedikit demi sedikit. Bisnis menambah data prospek satu per satu, baik lewat formulir, lead magnet, maupun acara.

Upaya ini bukan sekadar menambah kontak, sebab list building haruslah mematuhi aturan di mana ada izin eksplisit dari audiens atau prospek untuk promosi, edukasi, atau nurturing didapatkan.

Meskipun bisa dimanfaatkan untuk promosi di berbagai channel, list building lebih dikenal sebagai upaya dalam email marketing.

Hasil dari list building adalah email atau mailing list, yaitu kumpulan kontak yang menjadi tujuan dari pengiriman kampanye.

Meskipun membeli data dari pihak ketiga bisa menambah daftar prospek yang Anda miliki, upaya tersebut tidak bisa disebut dengan list building.

Ingat, tidak semua kontak boleh langsung dianggap sebagai subscriber dan mendapat newsletter. Tanpa persetujuan yang jelas, kontak tersebut seharusnya tidak masuk ke campaign pemasaran.

Kenapa Harus Melakukan List Building

contoh tempat pelanggan mendaftar sebagai subscriber email

Berikut beberapa alasan bisnis perlu melakukan list building.

1. Memperoleh Prospek yang Menunjukkan Minat

Saat seseorang mendaftar, berarti ada sesuatu dari bisnis Anda yang menarik perhatian mereka meskipun bentuk minatnya bisa berbeda.

Mereka yang mendownload panduan mungkin masih mempelajari masalah dan belum memikirkan produk tertentu.

Sementara mereka yang meminta kode diskon biasanya sudah tertarik membeli, tetapi sedang membandingkan harga atau menunggu penawaran terbaik.

List building membantu Anda untuk bisa mendapatkan data atau informasi seperti ini.

2. Memiliki Saluran Komunikasi Mandiri

Algoritma media sosial terus berubah dan bisa saja membatasi jangkauan konten Anda. Tanpa daftar kontak, Anda sebenarnya ibarat “menyewa” audiens dari pihak ketiga.

Dengan list building Anda membuka kemungkinan akses komunikasi langsung ke prospek. Hasilnya, Anda punya kendali penuh atas pesan yang dikirim dan target pengiriman pesan.

Ingin mengirim newsletter setiap minggu atau informasi webinar kepada subscriber Anda? Bisa.

3. Mendapatkan Konteks untuk Pesan yang Relevan

Cara seseorang mendaftar sering kali menunjukkan apa yang mereka butuhkan.

Mereka yang mendaftar webinar, tentu ingin mendalami topik sesuai kebutuhan mereka. Sebaliknya, orang yang meminta voucher sudah jelas tertarik pada produk atau penawaran Anda.

Anda bisa memanfaatkan data ini untuk menentukan email atau pesan campaign berikutnya dalam sebuah segmentasi yang lebih tepat sasaran.

4. Membangun Audiens untuk Distribusi Edukasi

Sebagian calon pelanggan perlu waktu memahami masalah dan pilihannya sebelum membeli.

List building memberikan daftar prospek yang menjelaskan siapa ingin menerima artikel, panduan, newsletter, atau info acara secara rutin.

Perusahaan software, misalnya, dapat mengirim materi solusi masalah sebelum membahas fitur produk. Pembaca pun bisa memahami kebutuhannya sebelum menentukan kecocokan produk.

5. Menyiapkan Penerima untuk Penawaran Produk

Saat meluncurkan produk baru atau promo, Anda perlu jalur distribusi yang cepat dan hemat. Membayar biaya iklan tiap kali akan merilis produk tentunya bisa menguras anggaran.

Daftar subscriber yang Anda miliki bisa menjadi solusi instan. Anda bisa memilih kontak untuk mengirim informasi yang bisa memicu transaksi, tanpa biaya akuisisi tambahan.

6. Membuka Kesempatan Komunikasi dengan Pelanggan Lama

Bisnis yang stabil bertumpu pada nilai jangka panjang pelanggan (Customer Lifetime Value). Konsumen lama biasanya jauh lebih mudah bertransaksi lagi jika hubungannya terus dijaga.

List building membuat Anda tetap terhubung dengan pelanggan setelah transaksi pertama selesai. Anda bisa menawarkan produk pelengkap, update layanan, atau promo khusus secara berkala.

7. Menyediakan Audiens untuk Umpan Balik

Subscriber juga dapat dimintai masukan sesuai pengalaman mereka, seperti peserta webinar yang menilai materi baru atau pembaca newsletter yang ditanya topik selanjutnya.

Pilih penerima survei berdasarkan informasi yang dicari, karena tidak semua subscriber perlu mendapat pertanyaan yang sama atau memberikan jawaban.

Cara List Building untuk Mendukung Email Marketing

contoh landing page dan formulir untuk list building

List building merupakan upaya untuk mendapatkan daftar kontak yang diperlukan untuk promosi bisnis. Berikut langkah-langkahnya:

1. Tentukan Audiens dan Kebutuhannya

Tentukan target subscriber dan masalah yang bisa diselesaikan bisnis. Pilih topik relevan dengan produk tetapi tetap berguna bagi audiens, meski belum siap membeli.

Misalnya, penjual software akuntansi UMKM dapat membahas cara mencatat arus kas. Topik ini menarik bagi pemilik usaha dan menjadi alasan relevan untuk mengajak mereka berlangganan.

2. Siapkan Penawaran Berlangganan

Pilih manfaat yang didapat setelah mendaftar. Bisa berupa newsletter, checklist, template, panduan, diskon, atau akses konten. Pastikan penawaran sesuai dengan topik email yang dikirim.

Jelaskan juga apakah mereka akan menerima satu materi saja atau banyak email berkala.

Checklist sifatnya sekali kirim, sedangkan newsletter memberi informasi rutin. Detail ini penting untuk memastikan calon subscriber paham isi dan frekuensinya sebelum mereka bergabung.

3. Bangun Tempat Pendaftaran

Sediakan cara bagi calon subscriber mendaftar, seperti formulir di website atau landing page.

Formulir cocok untuk penawaran sederhana. Sementara landing page ideal jika calon subscriber perlu penjelasan lengkap mengenai isi panduan, target pembaca, dan proses setelah mendaftar.

Minta hanya informasi yang diperlukan untuk memberikan penawaran dan mengirim email. Jika nama dan alamat email sudah cukup, jangan menambah kolom lain tanpa alasan.

Periksa formulir di ponsel untuk memastikan teks mudah dibaca dan kolomnya mudah diisi.

4. Buat CTA dan Bukti Sosial yang Sesuai

CTA perlu memberi tahu calon subscriber apa yang terjadi setelah tombol ditekan.

Jika penawarannya berupa newsletter, “Daftar Newsletter” sudah cukup jelas. Jika berupa checklist, gunakan “Dapatkan Checklist” agar sesuai dengan hasil yang diterima.

Bukti sosial juga dapat ditambahkan untuk membantu orang mempertimbangkan penawaran.

Misalnya, tampilkan cuplikan panduan agar pembaca tahu materi yang akan diterima. Testimoni juga dapat digunakan jika Anda memiliki izin untuk menampilkannya.

Jika ingin mencantumkan jumlah subscriber, pastikan angkanya akurat dan sesuai dengan kondisi terbaru.

5. Jelaskan Izin dan Proses Pendaftaran

Berikan penjelasan transparan mengenai jenis konten dan frekuensi email yang akan dikirimkan tepat di bawah formulir pendaftaran.

Pilih mekanisme pendaftaran sesuai target kualitas kontak:

  • Single Opt-In: Mempercepat pertumbuhan kuantitas daftar kontak karena prospek langsung masuk ke database tanpa verifikasi.
  • Double Opt-In: Membutuhkan konfirmasi ulang via email. Metode ini efektif menyaring email palsu, menjaga deliverability, dan meningkatkan reputasi domain pengirim.

6. Tempatkan Formulir dan Promosikan Pendaftaran

Setelah form siap, tentukan tempat menemukannya. Formulir bisa ditaruh di artikel blog terkait, footer website, atau menggunakan pop-up dan scroll box yang tidak mengganggu pembaca.

Di luar website, bagikan tautan lewat media sosial atau iklan berbayar (paid ads) yang mengarah ke landing page atau formulir.

Perlu diingat, membayar iklan untuk mendatangkan trafik berbeda dengan membeli daftar email jadi. Orang yang datang tetap memutuskan sendiri untuk mendaftar.

7. Perluas Akuisisi melalui Acara dan Referral

Gunakan webinar, workshop, atau acara virtual untuk mengumpulkan kontak dalam jumlah besar.

Berikan kotak centang terpisah khusus untuk izin pengiriman materi promosi rutin agar tidak melanggar etika privasi data.

Terapkan pula sistem referral berbasis insentif agar subscriber yang ada terdorong merekomendasikan daftar email Anda kepada rekan mereka.

8. Uji dan Evaluasi Akuisisi

Setelah subscriber bergabung, bandingkan sumber pendaftarannya. Uji satu perubahan seperti CTA, penawaran, atau posisi formulir, agar hasilnya mudah dilacak.

Pantau jumlah pendaftar dan konfirmasi double opt-in. Untuk channel berbayar, hitung biaya per subscriber.

Terakhir, perhatikan kualitas subscriber. Seratus orang yang benar-benar tertarik pada topik rutin jauh lebih bernilai daripada banyak kontak yang datang hanya demi hadiah.

Tips Menyiapkan Campaign Setelah List Building

contoh email pertama setelah subscriber mendaftar

Sudah melakukan list building dan siap untuk menjalankan campaign? Ini beberapa tips dari kami:

1. Tetapkan Tujuan Campaign Pertama

Tentukan tujuan utama yang ingin dicapai. Apakah membuka panduan, melihat layanan, mendaftar acara, atau membeli produk?

Fokus pada satu tindakan ini untuk menentukan isi email dan CTA yang paling sesuai. Jika tujuannya mendaftar webinar, jelaskan acara tersebut dan arahkan CTA ke halaman pendaftaran.

2. Pilih Penerima Berdasarkan Janji Pendaftaran

Tidak semua subscriber harus menerima email yang sama. Sesuaikan pesan berdasarkan alasan mereka mendaftar.

Pembaca newsletter produk tentu berbeda dengan mereka yang meminta panduan topik tertentu.

Manfaatkan informasi ini untuk menargetkan penerima campaign. Untuk mengirim pesan ke kelompok spesifik, Anda bisa menggunakan email blast.

3. Penuhi Janji sebelum Menawarkan Hal Lain

Penuhi janji kepada subscriber saat mereka setuju memberikan data dan masuk ke list email Anda. Apakah panduan checklist atau kode diskon beserta cara penggunaannya.

Setelah itu, tidak ada salahnya untuk mengirim informasi lain yang relevan. Misalnya, mulai dulu dengan welcome email untuk mengatur ekspektasi, termasuk jenis email yang akan mereka terima selanjutnya.

4. Siapkan Pesan dan CTA yang Konsisten

Subject, isi, dan CTA harus sejalan. Jika subject menjanjikan panduan keuangan, isi email harus memuatnya, dan CTA mengarahkan ke halaman panduan tersebut.

Hindari penawaran berlebihan yang mengaburkan pesan utama. Subscriber harus langsung memahami tujuan email dan tindakan yang harus diambil.

5. Periksa Kesiapan Pengiriman

Sebelum menjadwalkan campaign, tinjau email dari sudut pandang penerima. Pastikan nama pengirim jelas, tampilan ponsel rapi, link berfungsi, CTA tepat, dan ada opsi unsubscribe.

Untuk segmentasi yang banyak, ambil sampel kontak dari tiap kelompok untuk memastikan ketepatan penerima. Cara ini mencegah kesalahan fatal sebelum dikirim ke banyak orang.

6. Pilih Layanan untuk Menjalankan dan Mengevaluasi Campaign

Campaign yang sukses perlu infrastruktur email yang stabil, aman, dan andal, serta mampu menangani segmentasi rumit dan analisis performa campaign secara real-time.

Software Email Marketing Jatis Mobile hadir sebagai solusi enterprise untuk mengelola semua alur ini dengan efisien.

Platform ini dilengkapi fitur segmentasi canggih, kustomisasi templat interaktif, penjadwalan otomatis, hingga laporan mendalam soal deliverability, open rate, dan click rate.

Berkat infrastruktur terpercaya dan pendampingan tim ahli lokal, bisnis Anda bisa memastikan setiap email terkirim aman, mematuhi standar privasi data, dan mendongkrak konversi.

FAQ Seputar List Building

Masih ada pertanyaan tentang list building? Berikut beberapa jawaban singkatnya.

Apakah list building harus menggunakan lead magnet?

Tidak. Lead magnet hanyalah salah satu cara menarik pendaftaran. Bisnis juga bisa menawarkan newsletter, diskon, akses khusus, atau manfaat lain yang diinginkan audiens.

Apakah iklan berbayar bisa digunakan untuk list building?

Bisa. Iklan mengarahkan calon subscriber ke landing page atau formulir. Biaya iklan dibayar untuk jangkauan dan kunjungan, sementara keputusan mendaftar tetap ada di tangan pengunjung.

Apakah referral membuat penerima undangan otomatis menjadi subscriber?

Tidak, referral sifatnya memperkenalkan. Mereka baru resmi menjadi subscriber setelah memilih mendaftar dan memberikan izin komunikasi untuk menerima email.

Siap Menjalankan Campaign Berbekal Upaya List Building?

Membangun bisnis tanpa memiliki daftar email yang baik ibarat memulai proses pemasaran dari nol setiap hari. Itu tentu tidak efektif sehingga peran list building begitu penting.

Pun demikian, daftar kontak saja tidaklah cukup. Anda harus meramu konten pemasaran dengan baik, menentukan waktu campaign dengan tepat dan memilih sistem email marketing yang andal.

Layanan email marketing Jatis Mobile dapat digunakan untuk mengelola penerima, menyiapkan email, menjadwalkan pengiriman, dan melihat hasil campaign dalam satu platform. Tertarik?

Related Article