Bayangkan deadline pengiriman sudah dekat, tapi konten email promosi belum siap. Itulah kenapa template email marketing kerap jadi solusi praktis karena tidak harus menyusun semua dari awal.
Sayangnya, satu template saja tidak cukup untuk semua kebutuhan email marketing Anda, bukan?
Di artikel ini, kami akan membagikan beberapa inspirasi template yang bisa Anda tiru dan modifikasi, baik untuk promosi, welcome email atau lainnya. Mari simak!
Elemen yang Wajib Ada dalam Template Email Marketing
Sebelum menyusun template, kenali dulu elemen penting di dalamnya untuk mendukung strategi email marketing Anda:
1. Subject Line dan Preheader

Subject line memperkenalkan manfaat email, sementara preheader memberi konteks singkat tentang isi pesan.
Karena 47% penerima email, membukanya berdasarkan subject line, buat judul yang menarik tetapi tetap selaras dan jujur dengan isi email.
Sebagai contoh, untuk kampanye produk baru:
- Subject: Koleksi Jaket Denim Terbaru Sudah Tersedia!
- Preheader: Lihat empat warna baru untuk koleksi musim ini.
Keduanya menyampaikan pesan serupa tetapi berbeda informasi. Subject line menarik perhatian lewat produk, sementara preheader memberi detail koleksi.
2. Isi Email dan Placeholder
Di dalam sebuah email promosi, Anda memerlukan konten yang lengkap. Nah, template email marketing dapat menjadi panduan awal.
Nantinya, Anda akan menempatkan beberapa placeholder untuk informasi sesuai jenis pengiriman email.
Intinya, template email marketing ini bisa disalin utuh, tetapi tetap perlu penyesuaian pada detail isinya. Beberapa informasi yang biasanya memerlukan placeholder antara lain:
- [Nama Produk]
- [Tanggal Berakhir]
- [Link Landing Page]
- [Nama Pelanggan]
Berikut gambarannya:
| Komponen | Diisi dengan | Jika Data Belum Ada | Cek Sebelum Mengirim |
| Subject | Topik/manfaat | Tulis ulang secara manual | Pastikan sesuai isi email |
| Preheader | Ringkasan isi utama | Tulis ringkasan yang relevan | Periksa hubungannya dengan subject |
| Sapaan | Nama pelanggan | Gunakan “Halo” | Pastikan fallback aktif |
| Konteks | Alasan email dikirim | Lengkapi secara manual | Pastikan alasan pengiriman jelas |
| Nilai utama | Produk, update, atau manfaat | Lengkapi sebelum dikirim | Pastikan informasinya benar |
| CTA | Teks CTA dan link | Jangan kirim sampai link tersedia | Uji teks dan tujuan link |
3. CTA, Footer, dan Tampilan yang Mudah Dibaca
Sebuah template email marketing juga sering memiliki CTA dan Footer yang nantinya bisa disesuaikan oleh penggunannya.
CTA menjelaskan tindakan yang ingin dilakukan penerima. Satu CTA utama biasanya cukup, dengan teks seperti “Lihat Koleksi”, “Baca Panduan”, atau “Masukkan ke Keranjang”.
Ingat, jangan letakkan informasi penting hanya dalam gambar karena bisa saja gagal ditampilkan. Pastikan ada alt text pada gambar dan isi utama tetap bisa dipahami tanpa gambar.
Footer biasanya berisi informasi sesuai dengan jenis pengiriman email yang dilakukan, beberapa diantaranya:
- Identitas pengirim
- Informasi yang dibutuhkan penerima
- Opsi berhenti berlangganan
Template Email Marketing Siap Pakai
Inilah beberapa contoh template email yang bisa Anda sesuaikan dengan isi dan tujuan pengiriman:
Template Email Promosi

Anda bisa mengirimkan email promosi seperti pada contoh di atas untuk mengenalkan brand atau produk baru. Saat menyiapkan template email promosi beberapa data utama antara lain:
- [Produk/Penawaran]
- [Harga atau Diskon]
- [Syarat]
- [Tanggal]
- [Link]
Berikut ini contoh template email promosi produk yang bisa Anda gunakan:
Subject: [Nama Produk] dengan [Penawaran] hingga [Tanggal]
Preheader: Dapatkan [Manfaat/Penawaran] sebelum [Tanggal].
Isi:
Halo [Nama Pelanggan],
Ada penawaran untuk [Produk/Penawaran] yang bisa Anda lihat hingga [Tanggal].
Dapatkan [Manfaat Utama] dengan [Syarat]. Penawaran berlaku untuk [Segmen/Produk] sesuai ketentuan yang tersedia.
[CTA: Lihat Penawaran]
Cek akhir: Pastikan produk tersedia, harga dan promo benar, [Syarat] sudah lengkap, [Tanggal] sesuai, dan [Link] dapat dibuka.
Kerangka template ini bisa dipakai untuk produk baru, restock, bundling, atau promo dengan mengubah info penawaran.
Untuk format promosi yang lebih singkat di WhatsApp, lihat template broadcast WhatsApp.
Template Welcome Email

Welcome email adalah kontak pertama setelah seseorang bergabung. Momen ini menentukan apakah email Anda berikutnya akan dibuka atau diabaikan.
Karena itu, isinya tidak perlu panjang. Cukup sampaikan terima kasih, jelaskan kenapa mereka menerima email ini, lalu arahkan ke langkah berikutnya.
Sebelum mengisi template, pastikan data berikut sudah siap:
- [Alasan Menerima Email]
- [Manfaat]
- [Langkah Awal]
- [Link]
Berikut contoh template welcome email yang bisa Anda sesuaikan:
Subject: Selamat Datang di [Nama Brand]
Preheader: Berikut langkah pertama yang bisa Anda lakukan.
Isi:
Halo [Nama Pelanggan],
Terima kasih sudah [Mendaftar/Bergabung]. Anda menerima email ini karena [Alasan Penerima Menerima Email].
Selanjutnya, Anda bisa [Langkah Awal]. Anda juga akan mendapatkan [Manfaat yang Memang Tersedia] melalui email ini.
[CTA: Mulai Sekarang]
Cek akhir: Pastikan alasan penerima menerima email jelas dan setiap manfaat atau konten yang disebutkan memang sudah tersedia. Jangan menjanjikan diskon, konten, atau frekuensi email yang belum ditetapkan.
Template ini fleksibel. Anda bisa memakainya untuk pendaftaran akun baru, langganan newsletter, atau pelanggan yang baru pertama kali berbelanja. Cukup sesuaikan alasan, manfaat, dan langkah awalnya.
Agar tidak dikirim manual, welcome email sebaiknya terkirim otomatis setiap ada pendaftar baru. Pelajari mengapa ini penting di panduan marketing automation.
Template Newsletter

Newsletter membantu brand tetap hadir di inbox pelanggan, bahkan saat sedang tidak ada promo. Isinya bisa berupa tips, update produk, atau artikel terbaru.
Masalahnya, newsletter mudah terasa penuh. Terlalu banyak topik membuat pembaca bingung harus mulai dari mana.
Solusinya sederhana: pilih satu tema, lalu isi dengan beberapa topik pendukung. Sebelum menyusunnya, siapkan data berikut:
- [Topik 1], [Topik 2], dan [Topik 3]
- Ringkasan singkat untuk setiap topik, cukup satu sampai dua kalimat.
- [Link Artikel Utama]
Gunakan template berikut sebagai kerangka newsletter Anda:
Subject: [Tema Utama Newsletter]
Preheader: Simak [Ringkasan Topik 1] dan informasi terbaru lainnya.
Isi:
Halo [Nama Pelanggan],
Berikut informasi terbaru seputar [Tema Newsletter].
[Topik 1]
[Ringkasan singkat]
[Baca Selengkapnya]
[Topik 2]
[Ringkasan singkat]
[Baca Selengkapnya]
[Topik 3]
[Ringkasan singkat]
[Baca Selengkapnya]
Untuk pembahasan utama, lihat [Artikel Utama].
Cek akhir: Pastikan newsletter tetap berada dalam satu tema, maksimal tiga blok utama, dan satu CTA yang paling penting. Hindari memasukkan terlalu banyak promosi yang tidak berkaitan dengan tema utama.
Format ini bisa dipakai secara rutin, baik mingguan maupun bulanan. Temanya juga bisa berganti, misalnya rangkuman artikel blog, tips penggunaan produk, atau update industri.
Kuncinya ada pada konsistensi. Kirim di jadwal yang sama agar pelanggan terbiasa menantikan newsletter Anda.
Template Perilisan Produk Baru atau Pengumuman Penting

Pengumuman produk atau update punya satu tugas utama: membuat penerima paham apa yang berubah. Bukan sekadar memberi kabar.
Karena itu, struktur emailnya perlu menjawab tiga pertanyaan. Apa yang baru? Apa pengaruhnya untuk penerima? Lalu, apa yang harus mereka lakukan?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi bisa disusun dari data berikut:
- [Produk/Update]
- [Manfaat yang Dapat Diverifikasi]
- [Link Informasi]
Berikut template yang bisa Anda gunakan untuk mengumumkan produk atau update:
Subject: [Produk/Update] Kini Tersedia
Preheader: Simak perubahan dan langkah berikutnya.
Isi:
Halo [Nama Pelanggan],
Ada [Produk/Update] yang kini [Status Perubahan].
Apa yang berubah?
[Penjelasan singkat tentang produk atau update]
Apa dampaknya bagi Anda?
[Manfaat yang dapat diverifikasi]
Apa yang perlu dilakukan?
[Langkah berikutnya]
[CTA: Lihat Informasi]
Cek akhir: Pastikan informasi tentang perubahan sudah lengkap dan tidak menimbulkan tafsir berbeda.
Untuk pengumuman sensitif, lengkapi detail operasional yang dibutuhkan sebelum email dikirim.
Template ini tidak hanya cocok dipakai saat peluncuran produk. Anda juga bisa memakainya untuk mengumumkan fitur baru, perubahan harga, pembaruan kebijakan, atau jadwal layanan yang berubah.
Jika perubahannya besar, satu email sering kali tidak cukup. Pertimbangkan mengirim email pengingat beberapa hari sebelum perubahan berlaku, agar tidak ada penerima yang terlewat.
Template Feedback

Pelanggan sebenarnya mau memberi masukan. Asalkan caranya mudah dan tidak memakan banyak waktu.
Email permintaan feedback sebaiknya langsung ke inti. Sebutkan produk atau layanan yang dimaksud, lalu berikan satu cara yang paling praktis untuk merespons.
Sebelum mengirimnya, lengkapi data berikut:
- [Produk/Layanan]
- [Jenis Feedback]
- [Batas Waktu]
- [Link Survei]
Berikut template email permintaan feedback yang bisa Anda sesuaikan:
Subject: Bagaimana Pengalaman Anda dengan [Produk/Layanan]?
Preheader: Luangkan waktu sebentar untuk memberikan feedback.
Isi:
Halo [Nama Pelanggan],
Kami ingin mengetahui pengalaman Anda setelah [Menggunakan/Membeli] [Produk/Layanan].
Silakan pilih salah satu cara berikut untuk memberikan feedback:
[CTA: Beri Rating/Isi Survei]
Masukan Anda akan digunakan untuk [Tujuan yang Memang Dilakukan].
Cek akhir: Gunakan satu tindakan utama jika memungkinkan. Tambahkan [Batas Waktu] hanya ketika memang ada batas waktu.
Jangan meminta penerima memberikan ulasan positif atau menjanjikan imbalan yang belum tersedia.
Waktu pengiriman juga berpengaruh. Email ini paling efektif dikirim tak lama setelah pelanggan menerima produk atau selesai menggunakan layanan, saat pengalamannya masih segar.
Template Re-engagement

Tidak semua penerima aktif membuka email. Sebagian mungkin sedang sibuk, sebagian lagi merasa isinya kurang relevan.
Email re-engagement memberi mereka alasan untuk kembali. Caranya bukan dengan menegur, tapi dengan menawarkan sesuatu yang baru dan sesuai minat mereka.
Penerima juga perlu diberi pilihan. Ada yang ingin tetap menerima semua email, ada yang hanya ingin topik tertentu.
Sebelum menyusunnya, siapkan data berikut:
- [Hal Baru]
- [Konten/Manfaat Relevan]
- [Link Preferensi]
Berikut template email re-engagement yang bisa Anda gunakan:
Subject: [Hal Baru] untuk Anda
Preheader: Lihat [Konten/Manfaat Relevan] atau atur preferensi email Anda.
Isi:
Halo [Nama Pelanggan],
Ada [Hal Baru] yang mungkin relevan dengan minat Anda, seperti [Konten/Manfaat Relevan].
Jika Anda ingin tetap menerima informasi seperti ini, Anda bisa melihat [Konten/Manfaat Relevan] atau mengatur jenis email yang ingin diterima.
[CTA: Lihat Informasi]
Cek akhir: Pastikan alasan untuk kembali berinteraksi memang relevan bagi penerima.
Hindari kalimat seperti “Anda sudah lama tidak membuka email kami” jika data tersebut tidak tersedia atau belum diverifikasi. Jangan menebak alasan seseorang tidak aktif.
Perhatikan juga respons setelah email ini dikirim. Jika penerima tetap tidak berinteraksi setelah beberapa kali percobaan, pertimbangkan memisahkan mereka dari daftar utama.
Database email yang lebih kecil tapi aktif biasanya memberi hasil yang lebih baik.
Checklist Sebelum Template Dikirim
Template email marketing mempercepat proses menulis email. Tapi kesalahan kecil tetap bisa lolos, seperti nama penerima yang kosong atau link yang tidak bisa dibuka. Jadi, lakukan langkah berikut sebelum menekan tombol kirim:
- Pastikan email sampai ke audiens yang tepat: Sesuaikan email list dan segmentasi dengan tujuan campaign. Kirim hanya ke penerima yang berlangganan, dan kecualikan yang sudah berhenti.
- Ganti semua placeholder dengan data asli: Isi setiap teks dalam kurung siku, seperti nama produk atau tanggal promo. Jika datanya tidak tersedia, hapus placeholder tersebut beserta kalimatnya.
- Cocokkan detail penawaran dengan data terbaru: Periksa nama produk, harga, diskon, dan tanggal. Semuanya harus sesuai dengan penawaran yang sedang berlaku.
- Samakan pesan dari subject hingga tombol: Subject line, preheader, isi email, dan CTA harus menyampaikan hal yang sama. Jangan menjanjikan sesuatu di subject yang tidak dijelaskan di dalam email.
- Tonjolkan satu tindakan utama: Jika email punya satu tujuan, cukup gunakan satu CTA utama. Teks tombolnya harus jelas menggambarkan apa yang terjadi setelah diklik.
- Uji personalisasi dengan berbagai kondisi data: Coba template dengan data lengkap, data kosong, dan data yang formatnya tidak sesuai. Pastikan personalisasi dan fallback tetap tampil dengan benar.
- Kirim email uji coba: Cek preview di desktop dan mobile, lalu kirim test email ke inbox sendiri. Pastikan teks, layout, dan gambar tetap jelas, termasuk saat gambar dinonaktifkan.
- Klik setiap tautan satu per satu: Buka semua link, termasuk tombol CTA, gambar bertautan, halaman preferensi, dan unsubscribe. Pastikan semuanya menuju halaman yang benar.
- Sediakan cara mudah berhenti berlangganan: Tambahkan link unsubscribe yang jelas. Gmail dan beberapa penyedia email lain juga mewajibkan fitur one-click unsubscribe bagi pengirim email massal.
FAQ Seputar Template Email Marketing
Berikut beberapa pertanyaan umum tentang penggunaan template email marketing.
Apa saja bagian yang perlu ada dalam template email marketing?
Template email marketing umumnya mencakup subject line, preheader, isi, CTA, dan footer. Di dalamnya, sering memuat placeholder untuk data dinamis seperti nama, produk, tanggal, atau link.
Apa yang harus dilakukan jika nama penerima tidak tersedia?
Sebaiknya gunakan sapaan netral seperti “Halo” daripada terjadi kesalahan penyebutan nama.
Anda bisa menghapus field nama dari template jika diperlukan. Prinsip ini berlaku untuk semua field dinamis agar tidak ada data kosong yang terkirim ke pelanggan.
Apa yang perlu diperiksa sebelum template email dikirim?
Sebelum mengirim template email, periksa data campaign, penerima, placeholder, CTA, tautan, gambar, dan keselarasan subject line, preheader, serta isi email.
Lihat preview di desktop dan mobile, cek footer, lalu lakukan uji coba sistem untuk memastikan data penerima tampil dengan benar.
Template Anda Sudah Siap untuk Email Marketing?
Template email marketing membantu Anda menyiapkan konten dengan lebih cepat. Namun, jika masih dilakukan secara manual, tentu bisa mengganggu kelancaran pelaksanaan campaign.
Itulah kenapa menggunakan sistem atau platform email marketing paling direkomendasikan.
Layanan email marketing Jatis Mobile membantu Anda menjalankan kampanye email marketing dengan dukungan fitur template interaktif dan dashboard terpusat untuk memantau performa.
Tertarik mengetahui bagaimana layanan kami bisa membantu bisnis Anda? Hubungi tim kami untuk mendiskusikannya.


Erich is a results-oriented Marketing Leader with over 10 years of experience crafting compelling brand narratives and executing data-driven campaigns across B2B and B2C sectors. He’s also an expert in managing high-scale marketing budgets, by delivering up to 4x ROI, and driving billion-rupiah project acquisitions.


